Tim Rukyatul Hilal LFNU Gresik Tidak Melihat Bulan Pertanda 1 Syawal 1447 Hijriah

Loading

GRESIK (independensi.com) – Pemantauan hilal atau bulan dari Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Gresik Jawa Timur, yang melakukan pengamatan di Bukit Condrodipo untuk memastikan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri tidak berhasil melihat hilal.

Proses pemantauan yang dilakukan tim Rukyatul Hilal sekitar pukul 17.42 hingga 17.51 WIB, dengan mengunakan peralatan modern. Seperti, teleskop motorik dan manual, teodolit, hingga alat bantu penentu posisi.

Ketua LFNU Gresik, Muchyiddin Hasan menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pengamatan di lokasi, hilal tidak dapat terlihat.

“Hasil rukyat yang telah kami lakukan, tinggi hilal berada di 1 derajat dengan elongasi 05 derajat dengan temperatur udara 28 derajat Celsius, kelembapan 79 persen, dan kecepatan angin 21, kilometer per jam, hilal tidak terlihat,” ujarnya, Kamis 19 Maret 2026.

Selain itu lanjut Hasan, faktor cuaca di lokasi pengamatan Bukit Condrodipo Desa Kembangan Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik. Kurang mendukung, karena langit cenderung berawan.

“Secara perhitungan hisab, posisi hilal saat di pantau memang masih berada di bawah kriteria imkanur rukyat yang telah disepakati oleh negara-negara anggota MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura),” tuturnya.

“Imkanur rukyat ini, mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dengan elongasi 6,4 derajat. Sementara pengamatan yang dilakukan tim Gresik masih berada di bawah itu,” sambungnya.

“Hasil pengamatan dari Bukit Condrodipo ini, selanjutnya akan dilaporkan kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik dan diteruskan ke Kementerian Agama Republik Indonesia. Keputusan resmi mengenai penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah, tetap menunggu hasil sidang isbat,” tandasnya. (Mor)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *