![]()
JAKARTA (Independensi.com) – Anggota DPR RI Fraksi PKS Anis Byarwati menilai semangat Raden Ajeng Kartini tidak hanya dimaknai sebagai simbol perjuangan perempuan, tetapi juga sebagai amanah peradaban yang menempatkan pendidikan, akhlak, dan kualitas manusia sebagai fondasi kemajuan bangsa.
“Kartini adalah suara nurani yang mengingatkan bahwa kemajuan bangsa bertumpu pada pemuliaan manusia melalui pendidikan, akhlak, dan kualitas kehidupan,” kata Anis dalam keterangannya tertulisnya di Jakarta, Selasa, (21/4).
Ia menjelaskan, dalam keterbatasan zaman kolonial, Kartini telah melahirkan gagasan besar tentang pentingnya pendidikan sebagai jalan membangun peradaban. Hal itu, menurut dia, sejalan dengan nilai-nilai Islam yang menempatkan ilmu sebagai derajat kemuliaan manusia sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an.
Anis juga menyoroti capaian pendidikan di Indonesia yang terus menunjukkan perkembangan positif.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, angka partisipasi sekolah (APS) usia 7–12 tahun telah mencapai lebih dari 99 persen, sementara usia 13–15 tahun sekitar 95 persen, dan usia 16–18 tahun mendekati 80 persen.
Selain itu, ia menyebut laporan World Bank dalam Indonesia Country Gender Assessment menunjukkan bahwa Indonesia telah mencapai paritas gender dalam pendidikan dasar, dengan akses yang relatif setara antara laki-laki dan perempuan.
Meski demikian, Anis menilai tantangan masih ada, terutama terkait pemerataan kualitas pendidikan dan rata-rata lama sekolah perempuan yang masih berkisar 8–9 tahun, serta kesenjangan antara wilayah perkotaan dan perdesaan.
“Capaian ini patut diapresiasi, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana pendidikan benar-benar menghadirkan kualitas dan kemanfaatan bagi kehidupan,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya melihat kemajuan perempuan tidak hanya dari akses pendidikan, tetapi juga dari kualitas peran dalam keluarga, ketahanan sosial, kesehatan ibu dan anak, serta kontribusi di masyarakat.
Menurutnya, semangat Kartini relevan untuk terus dijaga karena menekankan keseimbangan antara kemajuan dan nilai.
“Kemajuan tanpa nilai akan kehilangan makna, sementara nilai tanpa kemajuan akan tertinggal,” kata Anis.
Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa semangat Kartini merupakan amanah yang harus terus dilanjutkan melalui penguatan pendidikan, keluarga, dan nilai-nilai kehidupan.
“Selama pendidikan dimuliakan, keluarga dikuatkan, dan nilai dijaga, maka semangat Kartini akan tetap hidup sebagai cahaya peradaban Indonesia,” ujarnya.

