![]()
BEKASI (Independensi.com)- Terhadap semua korban yang dirawat di sakit dan tercatat warga Kabupaten Bekasi, biaya perawatannya sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah Daerah setempat.
Mereka menjadi korban kecelakaan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line rute Jakarta – Cikarang Bekasi, yang terjadi di Stasiun Kereta Bekasi Timur, Senin pekan lalu
Sebagai langkah jangka panjang, Pemkab Bekasi telah menginstruksikan RSUD Kabupaten Bekasi untuk memfasilitasi pengobatan lanjutan bagi korban luka, ungkap Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, kemarin.
Ia mengungkapkan, langkah ini diambil agar proses kontrol kesehatan dan rehabilitasi pascakejadian tidak membebani kondisi ekonomi keluarga korban. Oleh sebab itu seluruh biaya kontrol dan perawatan di RSUD Kabupaten Bekasi.
“Nantinya akan difasilitasi penuh oleh pemerintah daerah hingga para korban dinyatakan pulih total,” tegas Asep
Kami sebagai pemerintah daerah kami di sini hadir untuk memastikan seluruh warga mendapatkan penanganan medis yang optimal.
Pemerintah daerah berkomitmen memberi dukungan moril maupun material bagi keluarga yang tengah tertimpa musibah ini, tambah Asep.
Berdasarkan laporan tim medis, lanjut Asep, saat ini masih terdapat 11 orang yang menjalani perawatan intensif, dimana satu orang di antaranya harus menjalani tindakan operasi besar. Dan beberapa pasien menunjukkan pemulihan dan sudah diizinkan untuk pulang.
“Kami sangat berduka atas gugurnya 12 warga kami dalam insiden ini. Saat ini, fokus utama adalah identifikasi korban lain yang identitasnya belum terdata secara lengkap,” tambahnya.
Atas tabrakan antara dua kereta api itu, menelan 16 korban jiwa, dan melukai sedikitnya 84 orang. Peristiwanya terjadi di Kota Bekasi, Senin (27/4/2026) puku 21.00 WIB. Dan sampai saat ini, penyebab kecelakaan masih dalam penelitian pihak kepolisian dan KNKT. (jonder sihotang)

