![]()
GRESIK (independensi.com) – Monitoring dan pengawasan terkait pengelolaan dana desa, untuk pembangunan infrastruktur di lakukan DPRD Gresik Jawa Timur dalam forum evaluasi ditingkat Kecamatan.
Menurut Wakil Ketua DPRD Gresik Mujid Riduan, langkah tersebut merupakan bagian dari penguatan sinergitas antar pemangku kebijakan di tengah keterbatasan anggaran pembangunan.
“Terbatasnya dana desa saat ini, membuat DPRD turun untuk mengajak pemerintah desa bersinergi agar tidak berjalan sendiri dalam melaksanakan pembangunan di wilayahnya. Salah satunya, melalui kegiatan Musrenbang untuk kemudian disampaikan ke pemerintah daerah,” ujarnya, Senin 18 April 2026.
“Musrenbang merupakan sarana yang efektif, bagi pemerintah desa untuk menyampaikan kebutuhan riil di wilayahnya masing-masing. Untuk kemudian dijadikan bahan oleh DPRD, dalam rapat anggaran bersama pemerintah daerah yang hasilnya langsung disampaikan ke Bupati,” tegasnya.
Mujid menambahkan bahwa legislatif siap menjadi jembatan bagi berbagai aspirasi masyarakat desa, dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur dan peningkatan pelayanan publik.
“Langkah yang dilakukan DPRD ini, bertujuan untuk membuka ruang komunikasi yang lebih efektif. Sehingga pembangunan di desa, bisa tetap berjalan dengan menyesuaikan anggaran yang tersedia. Kalau dulu desa mungkin bisa leluasa membangun, tapi sekarang dana desa terbatas,” imbaunya.
Dalam monitoring lanjut Mujid, DPRD Gresik juga akan mengawasi pelaksanaan program Kawasan Desa Mandiri Pangan (KDMP) dan mengingatkan agar pemerintah desa disiplin dalam menjalankan petunjuk teknis (juknis) pembangunan.
“Mari bergotong-royong agar program KDMP maupun pembangunan di desa benar-benar menyejahterakan masyarakat. Sehingga anggaran yang dialokasikan, benar-benar tepat sasaran,” tuturnya.
“Jika program pembangunan didesa berhasil dilakukan dengan baik, tentunya manfaatnya akan berdampak baik bukan saja pada pemerintah desa setempat. Namun juga bagi pemerintah daerah kabupaten Gresik, untuk menggelontorkan dananya demi perbaikan suatu wilayah,” pungkasnya. (*)

