![]()
BEKASI (Independensi.com)- Progres pembangunan sekolah rakyat di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, terus dikebut. Guna melihat keberlanjutan pembangunan sekolah yang menjadi salah satu program Presiden Prabowo Subianto itu, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman meninjau langsung pelaksanaannya di kawasan Kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, kemarin.
Mantan KSAD itu menjelaskan, kunjungan dilakukan untuk memastikan program prioritas Presiden berjalan sesuai target sekaligus memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan putus sekolah.
Dudung saat itu, didampingi Pelakasana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja dan Dandim Letkol Infantri Michael Ronald Simbolon.
Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi, telah mencapai 65 persen. Ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, dan dapat digunakan pada tahun ajaran baru Juli mendatang.
“Ini sebagai bukti nyata keseriusan Presiden dalam menjalankan program prioritas unggulan, salah satunya Sekolah Rakyat. Saya selaku KSP melakukan pengawasan dan pengendalian langsung agar pembangunan berjalan sesuai target,” ujarnya.
Disebut, Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan gratis berkonsep boarding school yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu maupun yang mengalami putus sekolah pada jenjang SD, SMP hingga SMA.
Dalam sekolah tersebut, fasilitas yang disiapkan tidak hanya ruang belajar, tetapi juga sarana olahraga, ruang bermain hingga kebutuhan dasar siswa seperti pakaian, sepatu, makan harian yang seluruhnya ditanggung pemerintah.
Diharapkan, dengan kehadiran Sekolah Rakyat itu, dapat menciptakan sumber daya manusia unggul.
Secara nasional pemerintah menargetkan pembangunan 100 Sekolah Rakyat setiap tahun dengan target total mencapai 500 sekolah dalam lima tahun ke depan. Saat ini, sebanyak 93 sekolah sedang dibangun dari nol di berbagai daerah, tambah mantan Pengdam Jaya Jayakarta itu.
Dudung menyebut, pemerintah tengah mengembangkan program Sekolah Garuda sebagai sekolah unggulan berbasis prestasi akademik, khususnya bagi siswa dengan kemampuan tinggi di bidang matematika dan sains.
Nantinya Sekolah Garuda dikhususkan untuk siswa berprestasi. Nilai matematikanya minimal di atas 85 dan nanti diarahkan agar mampu bersaing hingga ke tingkat internasional.
Pada saat kunjungannyabitu, ia memastikan progres pembangunan, dan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi terkait kesiapan penerimaan siswa.
Untun Sekolah Rakyat, disebut proses pendataan calon peserta didik dilakukan melalui kerja sama pemerintah daerah dan Kementerian Sosial.
Nantinya, Sekolah Rakyat Kabupaten Bekasi mampu menampung sekitar 1.060 siswa dari jenjang SD, SMP dan SMA.
Namun Dudung Abdurachman mengakui masih terdapat tantangan pada jenjang sekolah dasar, terutama terkait kesiapan orang tua melepas anaknya mengikuti sistem asrama.(jonder sihotang)

