![]()
JAKARTA (Independensi.com) – Kamar Dagang dan Industri Indonesia bersama Singapore International Water Week 2026 menegaskan pentingnya sektor air sebagai infrastruktur strategis nasional dalam mendukung ketahanan ekonomi dan industri Indonesia melalui forum Water Dialogue bertajuk “Water as National Strategic Infrastructure: Supporting Indonesia’s Economic and Industrial Resilience” di Menara Kadin Indonesia, Selasa (19/5).
Wakil Ketua Umum Bidang Pengembangan Hilirisasi Besi dan Baja Kadin Indonesia, Akbar Djohan, mengatakan penguatan kolaborasi regional menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi dan ketahanan kawasan Asia Tenggara di tengah meningkatnya tantangan global.
“Dengan fokus yang semakin meningkat terhadap swasembada pangan, energi, dan air, maka penguatan infrastruktur air dan sanitasi menjadi perhatian utama baik bagi pemerintah maupun sektor swasta,” ujar Akbar.
Menurut dia, air kini tidak lagi hanya dipandang sebagai kebutuhan dasar masyarakat, melainkan telah menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan industri, ketahanan energi, dan keberlanjutan ekonomi nasional.
Akbar menambahkan arah pembangunan nasional saat ini juga menempatkan air sebagai bagian dari ekosistem energi bersih dan energi terbarukan menuju visi Indonesia Emas 2045.
Karena itu, lanjutnya, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, asosiasi, dan mitra internasional menjadi faktor penting dalam memperkuat infrastruktur air nasional sekaligus meningkatkan akses air bersih, sanitasi, dan daya saing industri Indonesia di tingkat global.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Kepatuhan Intern Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia Muhammad Rizal yang mewakili Direktur Jenderal Sumber Daya Air Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw menyampaikan pemerintah memfokuskan kebijakan pengelolaan sumber daya air nasional pada empat aspek utama.
“Pertama pengelolaan terpadu berbasis wilayah sungai, kedua penguatan ketahanan air, ketiga peningkatan layanan air untuk masyarakat, pertanian, industri, dan lingkungan, serta keempat konservasi melalui perlindungan daerah tangkapan air dan pengendalian daya rusak air,” katanya.
Rizal juga menegaskan pemerintah terus mendorong transformasi pengelolaan air melalui digitalisasi, pemanfaatan data hidrologi yang lebih akurat, serta penerapan teknologi smart water management guna meningkatkan efisiensi pengelolaan infrastruktur air secara menyeluruh.
Sementara itu, CEO & Managing Director MMI Asia Ltd Michael Wilton mengatakan kerja sama regional dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci menghadapi tantangan air dan perubahan iklim di kawasan Asia.
Menurut Michael, kolaborasi antara Kadin Indonesia dan Singapore International Water Week 2026 merupakan langkah strategis untuk memperkuat kerja sama di bidang air, keberlanjutan, dan pembangunan perkotaan.
“Melalui platform SIWW, para pemimpin global, pakar, pelaku industri, dan pembuat kebijakan dapat berbagi solusi dan inovasi untuk menghadapi tantangan air dan iklim yang semakin kompleks,” ujarnya.
Forum tersebut mempertemukan pemerintah, dunia usaha, asosiasi, investor, akademisi, dan mitra internasional untuk membahas penguatan sektor air dalam mendukung ketahanan ekonomi, industri, dan pembangunan berkelanjutan Indonesia.
Di tengah dinamika global, isu air dinilai tidak lagi sekadar persoalan lingkungan, tetapi telah menjadi bagian dari agenda strategis yang berkaitan erat dengan stabilitas ekonomi, ketahanan industri, keamanan pangan, transisi energi, hingga ketahanan nasional.
Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia dan salah satu kekuatan ekonomi utama di Asia Tenggara, Indonesia menghadapi tantangan besar terkait akses air bersih, sanitasi, pengelolaan sumber daya air, serta ketahanan infrastruktur di tengah pertumbuhan industri dan urbanisasi yang terus meningkat.
Kegiatan tersebut turut menghadirkan diskusi panel yang diikuti mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura periode 2020–2025 Suryopratomo, Wakil Ketua Komite Tetap Infrastruktur, Digitalisasi dan Teknologi Hilirisasi Kadin Indonesia Muhammad Willy, Ketua Komite Tetap Lingkungan dan Pengolahan Limbah Kadin Indonesia Roosdinal Salim, serta Ketua Umum Indonesian Water Association Agus Umar Yasin.

