![]()
BEKASI(Independensi.com)- Guna mewujudkan Kabupaten Bekasi Bangkit, Maju, Sejahtera sesuai visi pembangunan daerah yang kini berpenduduk sekitar 3,5 juta jiwa, semua program harus dilaksanakan dengan nyata. Visi itu bukan hanya slogan.
Maka terkait hal itu, semua perangkat daerah wajib mengevaluasi terhadap program yang telah disusun dan ditetapkan. Apakah program itu sudah memiliki keterkaitan dan kontribusi terhadap pembangunan daerah.
Penjelasan itu disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi Dwi Sigit Andrian, saat memimpin apel ASN di lingkungan Pemkab Bekasi, Senin (13/7/2026).
“Visi itu bukan slogan, tapi harus diwujudkan, dan setiap kebijakan disusun berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat,” tegasny.
Dwi menyebut, salah satu program utama, adalah pengentasan kemiskinan, stunting, penanganan persoalan gizi, pendidikan, kesehatan dan infrastruktur.
Dengan berbasis data, pembangunan yang direncanakan dapat memberikan manfaat, berdampak langsung, dan mampu menyelesaikan persoalan yang ada di masyarakat, jelasnya.
Dwi Sigit juga menyampaikan apresiasi kepada perangkat daerah yang telah menyampaikan usulan perubahan Rencana Kerja (Renja) dalam tahapan perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.
Jug adanya langkah sejumlah perangkat daerah yang mengembalikan sisa anggaran kegiatan karena tidak seluruhnya terserap, serta meminta usulan tambahan kegiatan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
“Untuk perangkat daerah yang mengusulkan tambahan kegiatan, nanti akan kita sesuaikan kembali dengan kemampuan keuangan daerah,” katanya.
Disampaikan , terkait penyusunan perencanaan pembangunan tahun 2027, Bappeda mengingatkan seluruh perangkat daerah agar semakin selektif dalam menentukan prioritas program.
Menurutnya, kondisi fiskal yang dihadapi banyak daerah saat ini menuntut adanya perencanaan yang efektif, efisien, dan tepat sasaran.
“Dengan kemampuan fiskal yang ada, pembangunan yang kita laksanakan harus benar-benar efektif, efisien, dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Dwi. (jonder sihotang)

