![]()
BEKASI (Independensi.com)- Pemerintah Kabupaten Bekasi bekerjasama dengan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Bhagasasi, Palang Merah Indonesia (PMI), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan kawasan industri, telah membagikan secara gratis sekitar 1 juta liter air bersih kepada masyarakat.
Air bersih dibagikan di 9 desa empat wilayah kecamatan hingga akhir pekan ini. Pembangunan air bersih, dampak kekeringan akibat kemarau panjang yang hingga saat ini terjadi.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, hingga akhir pekan lalu, terdapat 39 lokasi kekeringan di 9 desa yang tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Cibarusah, Serang Baru, Bojongmangu dan Kecamatan Pebayuran.

Tercatat sebanyak 4.929 KK atau sekitar 13.985 jiwa yang kesulitan air bersih. Di Kecamatan Cibarusah terdapat 10 titik kekeringan, yakni 9 titik di Desa Ridogalih dan 1 titik di Desa Cibarusah Jaya. Kemudian di Kecamatan Serang Baru, krisis air bersih juga terjadi di Desa Nagasari sebanyak 8 titik) dan Desa Sukasari satu titik.
Kemudian di Kecamatan Bojongmangu, krisis air bersih terjadi di empat desa, yaitu Desa Sukamukti 1 titik Desa Sukabungah 1 titik, Desa Medalkrisna 6 titik, dan Desa Karang Indah 9 titik. Selain itu, kekeringan juga terjadi di Desa Karangsegar Kecamatan Pebayuran sebanyak 3 titik.
Data dari BPBD menyebutkan, hingga Jumat (17/7/2026) jumlah air bersih yang sudah didistribusikan ke wilayah terdampak kekeringan sebanyak 904.000 liter.
Bantuan tersebut berasal dari BPBD sebanyak 590.000 liter, PMI 250.000 liter, Deltamas 33.000 liter, PT. Hyundai 3.000 liter dan dari BBWS sebanyak 28.000 liter, dan Perumda Tirta Bhagasasi.
PMI Pusat memberikan bantuan berupa 20.000 liter air bersih, dua tandon air berkapasitas 5.000 liter, dua tandon air berkapasitas 2.000 liter, 200 jerigen, serta 100 ember untuk warga Desa, Ridogalih Kecamatan Cibarusah.
Direktur Utama Perumda Tirta Bhagasasi Reza Lutfi memastikan, selama warga Kabupaten Bekasi kesulitan air bersih selama kemarau, pihaknya komitmen menyediakan air bersih. Hal itu sudah disepakati dengan BPBD Kabupaten Bekasi sejam beberapa tahun lalu.
Sebagai perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemkab Bekasi, semaksimalnya pihaknya terus membantu masyarakat dalam kesulitan air bersih saat terjadi bencana kemarau. Ini sebagai bentuk kepedulian sosial perusahaan bagi masyarakat. (jonder sihotang)

