Penandatangan MoU Menjadi Tonggak Baru Hubungan Indonesia-Tiongkok

Loading

Denpasar (Independensi.com)— Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT) Bali bersama China People’s Association for Friendship with Foreign Countries (CPFFCA) Provinsi Yunnan resmi menandatangani kesepakatan kerja sama strategis di Wisma Sabha, Kantor Gubernur Bali. Penandatanganan dilakukan oleh Ms. Wang Yu, Vice Chairwoman CPFFCA Provinsi Yunnan, dan Agus Maha Usadha, Ketua Harian PPIT Bali, disaksikan oleh Pemerintah Provinsi Bali dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Bali.

Kesepakatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat hubungan ‘people to people friendship’ antara masyarakat Bali dan Provinsi Yunnan melalui jalur diplomasi kebudayaan. Kerja sama tersebut juga menegaskan kesinambungan hubungan Bali–Yunnan yang telah terjalin sejak 2003 dalam berbagai bidang, termasuk pertanian, pendidikan, dan pertukaran masyarakat.

Dalam kesepakatan tersebut, kedua pihak sepakat untuk mengembangkan kerja sama pada enam bidang prioritas, yaitu pertanian, perdagangan, pariwisata, teknologi, pendidikan, dan kebudayaan. Fokus ini sejalan dengan perkembangan kerja sama Bali–Yunnan yang sebelumnya juga menitikberatkan pada sektor pertanian berkelanjutan dan program-program penguatan masyarakat.

“Ini bukan sekadar kerja sama antar lembaga, melainkan jembatan persahabatan antarmasyarakat. Dengan semangat ‘Together We Grow, Together We Shine’, kami ingin membangun kolaborasi yang nyata dan berdampak,” ujar Agus Maha Usadha usai penandatanganan.

Kerja sama Bali dan Yunnan di bidang pertanian sejatinya telah berlangsung sejak 2003. Untuk tahun 2026, Ms. Wang Yu menyampaikan bahwa pengembangan kerja sama akan diarahkan pada pertanian organik serta bantuan penerangan jalan berbasis energi terbarukan, yang sejalan dengan arah program kemitraan Yunnan di Bali.

Menurut Agus Maha Usadha, yang juga menjabat sebagai Ketua Harian NCPI Bali, dua program tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas persahabatan sekaligus kesejahteraan masyarakat. Arah ini juga konsisten dengan pola kerja sama Yunnan yang menempatkan pertanian, energi hijau, dan pemberdayaan komunitas sebagai bagian dari kemitraan internasionalnya.

Sebagai tindak lanjut, pertemuan lanjutan kedua pihak digelar di Byrd House, Segara Hotel Sanur. Dalam pertemuan itu, Agus Maha Usadha didampingi jajaran pengurus PPIT Bali, yakni Wakil Ketua Dianto dan Dr. Heri Sudarto, Sekretaris Dr. Made Adnyana, Teguh Wicaksono, Ibu Lilys, Cheri Winoto, dan Tari Martha.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menyepakati rencana program beasiswa dan kerja sama pendidikan antara kampus-kampus di Bali dan kampus-kampus di Provinsi Yunnan. Program ini dipandang penting untuk memperluas pertukaran pengetahuan, jejaring akademik, dan penguatan hubungan antargenerasi muda.

Ms. Wang Yu juga menyampaikan undangan resmi kepada PPIT Bali untuk berkunjung ke Yunnan guna melihat langsung pengembangan teknologi pertanian, sistem pengolahan hasil tani, dan manajemen pertanian modern di wilayah tersebut. Undangan ini disambut positif oleh Agus Maha Usadha dan jajaran PPIT Bali.

Sebagai langkah awal, pada September 2026, wakil PPIT Bali dijadwalkan berangkat selama lima hari untuk mengikuti seminar dan kunjungan ke beberapa kota di Yunnan. Sebelumnya, PPIT Bali juga telah beberapa kali mengirim pengurus muda untuk mengikuti program serupa, sebagai bagian dari penguatan hubungan antarmasyarakat dan pertukaran pengalaman.

PPIT Bali meyakini bahwa diplomasi budaya merupakan cara paling efektif untuk membangun kepercayaan dan persahabatan jangka panjang antarbangsa. Kerja sama seperti ini juga mencerminkan arah hubungan Bali–Yunnan yang tidak hanya bertumpu pada formalitas kelembagaan, tetapi pada manfaat nyata bagi masyarakat di bidang pertanian, pendidikan, budaya, dan keberlanjutan lingkungan.

“Melalui budaya, kita saling menghormati. Melalui pendidikan, kita saling menguatkan. Melalui pertanian dan teknologi, kita saling menyejahterakan. Inilah esensi dari ‘people-to-people diplomacy’,” tutup Agus Maha Usadha.

Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT) Bali adalah organisasi yang bergerak dalam membangun hubungan persahabatan, kerja sama, dan saling pengertian antara masyarakat Indonesia dan Tiongkok, khususnya melalui bidang budaya, pendidikan, ekonomi, dan sosial. (hd)

 

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *