![]()
BEKASI (Independensi.com)- Setelah melalui proses panjang, penyusunan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Bhagasasi, telah rampung.
Penyusunan SOTK ini, sangat penting, seiring dengan peralihan status dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) menjadi Perumda Tirta Bhagasasi tahun 2023.
“Alhamdulillah hari ini penyusunan SOTK sudah tuntas. Ini menjadi modul baru bagi kita,” ungkap Direktur Utama Perumda Tirta Bhagasasi, Reza Lutfi, saat penandatanganan berita acara serah terima pekerjaan jasa konsultansi analisa jabatan dan penyusunan SOTK dengan
konsultan PT Ratama Mitra Kualitas di kantor pusat, Cikarang Pusat, Rabu (28/10/2026).
Setelah sistem kerjanya dibuat bagus dan ideal, diharapkan akan berbanding lurus dengan hasil kerjanya. Kini, tinggal bagaimana konsistensi kita, semangat kita, dalam manajemen untuk mengimplementasikan yang sebenar-benarnya dan bertanggung jawab terhadap tugas, pokok dan fungsi masing-masing, ungkap Reza
Sementara itu, konsultan dari PT Ratama Mitra Kualitas menyebut SOTK dirancang untuk diterapkan menghadapi situasi saat ini maupun tantangan-tantangan di masa depan Perumda Tirta Bhagasasi.
“SOTK ini bisa diterapkan untuk menghadapi tantangan eksternal maupun internal perusahaan di masa depan,” ujar Direktur Utama PT Ratama Mitra Kualitas, Hermansyah.
Proses Bertahap
Dijelaskan, proses penyusunan SOTK tidak dibuat dalam sistem kerja “kebut semalam” yang langsung selesai, namun memerlukan proses panjang hingga berbulan-bulan. Proses penyusunan SOTK ini dilakukan dengan proses tahapan demi tahapan, ucapnya.
Sebagaimana diketahui, berdasarkan aturan, dan mengingat Peraturan Daerah (Perda) nomor 6 tahun 2023 tentang pembentukan Perumda Tirta Bhagasasi, sudah dua tahun, SOTK harus dibuat.
Adapun penerapan SOTK, telah diatur berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 18 tentang Kelembagaan, dan Permendagri nomor 23 tahun 2024 tentang organisasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), diharapkan dapat meningkatkan kinerja para pegawai. Dengan demikian pelayanan air bersih kepada masyarakat, semakin meningkat.
Training
Penerapan SOTK dibuat sesuai kebutuhan perusahaan dan peningkatan pelayanan. Untuk mengisi para pejabat dalam STOK tersebut, telah dilakukan training awareness, dan workshop analisis jabatan tanggal 2 – 3 Juli 2026.
SOTK disusun berdasarkan kebutuhan organisasi. Dan sebagai perusahaan pelayan masyarakat, struktur SOTK, harus efisien dan efektif, serta mampu meningkatkan pendapatan dan profit perusahaan. Penempatan personil dalam mengisi jabatan, sesuai dengan bidang dan keahlian masing-masing.
Fungsi utama SOTK dapat memetakan posisi setiap anggota dalam organisasi agar batasan tanggung jawabnya jelas. Kemudian agar terdapat efisiensi kerja, sehingga dapat mencegah tumpang tindih pekerjaan (overlapping) sehingga target organisasi lebih mudah dicapai.
SOTK itu menjadi pedoman pelaksanaan dalam menjalankan roda perusahaan sebagai pelayan publik terkait penyediaan air bersih bagi masyarakat.
Sesuai Kebutuhan
Sebelumnya, berkaitan SOTK tersebut, Kabag Organisasi Pemkab Bekasi Hendriawan menyebut, dalam menyusun SOTK, harus sesuai dengan kebutuhan di perusahaan, serta melibatkan kalangan internal yang mengetahui persis terkait kebutuhan organisasi.
“Jangan sampai dalam SOTK terdapat tumpang tindih kewenangan. Kami dari Bagian Organisasi Pemkab Bekasi dapat membantu mengharmonisasi setelah disusun tim perumus dan konsultan,” katanya.
Sementara Ketua Dewan Pengawas Perumda Tirta Bhagasasi, Ani Gustini menyebut melalui analisa jabatan dan penyusunan SOTK, dapat menempatkan orang-orang yang berkompeten untuk mengisi jabatan tertentu.
SOTK bermanfaat bagi masa depan Perumda Tirta Bhagasasi sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemkab Bekasi. (jonder sihotang)

