![]()
JAKARTA – Kepemimpinan Wali Kota Jakarta Pusat Drs. Arifin, M.A.P., mendapat apresiasi dari warga Kecamatan Sawah Besar. Sari Aryanti menilai Arifin sebagai pemimpin yang tidak hanya fokus menjalankan pemerintahan, tetapi juga hadir di tengah masyarakat untuk mendengar aspirasi dan merespons persoalan secara nyata.
“Sebagai warga Kecamatan Sawah Besar saya menilai Wali Kota Jakarta Pusat Bapak Arifin merupakan sosok pemimpin yang ‘Too Good to Be True’. Artinya sebagai Wali Kota beliau memiliki kinerja yang sangat baik dan juga dekat dengan masyarakat serta merespon permasalahan dengan tindakan nyata,” ujar Sari, Rabu (29/7/2026).
Menurutnya, selama memimpin Jakarta Pusat, Arifin menunjukkan perhatian terhadap kebersihan lingkungan, penataan wilayah, peningkatan pelayanan publik, serta membangun komunikasi yang terbuka dengan masyarakat. “Pendekatan yang humanis dan komunikasi terbuka membuat masyarakat merasa lebih mudah menyampaikan masukan maupun harapan kepada pemerintah,” katanya.
Lebih jauh Sari mengatakan, semangat pengabdian dan kepedulian tersebut terus dipertahankan sehingga Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat mampu menghadirkan pelayanan yang semakin berkualitas serta pembangunan yang merata bagi seluruh warga.
“Saya berharap semangat pengabdian, keterbukaan, dan kepedulian tersebut dapat terus dipertahankan. Semoga Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat di bawah kepemimpinan Bapak Arifin semakin mampu menghadirkan pelayanan yang berkualitas, pembangunan yang merata, serta lingkungan yang aman, nyaman, bersih, dan sejahtera bagi seluruh masyarakat, khususnya warga Kecamatan Sawah Besar,”pungkasnya.
Kampanye Obat Keras
Pemerintah Kota Jakarta Pusat menggencarkan kampanye pencegahan penyalahgunaan obat keras, termasuk tramadol, melalui edukasi kepada masyarakat sebagai upaya menekan peredarannya. Arifin mengatakan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko), aparat penegak hukum, BBPOM, BINDA, serta tokoh agama dan masyarakat.
“Kami akan melakukan deklarasi bersama seluruh tokoh masyarakat agar kawasan Tanah Abang bebas dari peredaran obat-obatan terlarang, termasuk tramadol dan obat sejenis serta psikotropika,” kata Arifin seperti dikutip dari Antara, Selasa (28/7/2026).
Menurutnya, kampanye akan dilakukan secara masif melalui sosialisasi di lingkungan masyarakat, sekolah, hingga bekerja sama dengan Dewan Masjid untuk menyampaikan bahaya penyalahgunaan obat keras dalam berbagai kegiatan keagamaan. Arifin menegaskan, pemerintah bersama Forkopimko berkomitmen memperkuat sinergi untuk memberantas peredaran obat keras yang meresahkan masyarakat, khususnya di kawasan Tanah Abang.

