Pelatihan rencana pengamanan air minum (RPAM) Perumda Tirta Bhagasasi Bekasi

Tingkatkan Pengamanan Air Minum, Perumda Tirta Bhagasasi Selenggarakan Pelatihan RPAM

Loading

 

BEKASI (Independensi.com)- Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Bhagasasi sebagai pengelola dan pelayanan air bersih bagi masyarakat, terus berbenah untuk meningkatkan kualitas dan kepastian air terus mengalir selama 24 jam.

Kini, guna menjaga kualitas air dan memastikan air minum aman dikonsumsi dan memenuhi standar kesehatan, termasuk penerapan prinsip 4K yakni mendukung kualitas, kuantitas, kontinuitas, dan keterjangkauan air bagi masyarakat, menyelenggarakan pelatihan terkait rencana pengamanan air minum (RPAM)

Pelatihan dibuka Direktur Teknik Perumda Tirta Bhagasasi, Rika Nursantika, bertempat di Kantor Pusat, Senin (21/9/2026). Pelatihan diikuti sebanyak 30 peserta selama empat hari.

Rika berpesan semua peserta dapat mengikuti pelatihan secara baik dan memanfaatkan pelatihan untuk kemajuan perusahaan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Para peserta terdiri dari Bagian Produksi, Perencanaan Teknik (Pertek), Penelitian dan Pengembangan (Litbang), Bagian Transmisi dan Distribusi (Trandis), Pengendalian Kehilangan Air (PKA),  Bagian Keuangan, Hubungan Pelanggan (Hublang), Sumber Daya Manusia (SDM), Satuan Pengawas Internal (SPI), Bagian Hukum dan Humas serta Cabang.

Disebut, pelatihan ini, juga bertujuan untuk mitigasi risiko dini diantaranya mencegah pencemaran dan gangguan pada sistem penyediaan air minum (SPAM) sejak dari hulu hingga hilir. Hal itu sangat penting karena visi badan usaha milik daerah (BUMD) milik Pemkab Bekasi ini, fokus terhadap pelayanan air bersih sebagai kebutuhan dasar masyarakat.

Melalui pelatihan tersebut, nantinya akan membentuk tim, menyususun dan mengimplementasikan RPAM. Dan dalam tahapan pelaksanaan RPAM, adanya pembentukan ttim khusus pengelola manajemen risiko di perusahaan atau instansi air.

Juga mampu mengidentifikasi bahaya dengan menilai potensi bahaya dan risiko pada sumber air, instalasi pengolahan, hingga jaringan distribusi. Bahkan dapat menetapkan rencana perbaikan dan lemantauan dalam menyusun langkah mitigasi, perbaikan sistem, serta evaluasi berkala.

Pada prinsipnya RPAM adalah  sebuah pendekatan sistematis berbasis manajemen risiko untuk menjamin pasokan air minum yang aman dan berkualitas dari sumber air baku hingga sampai ke konsumen. (jonder sihotang)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *