![]()
BEKASJ (Independensi.com)-Ketersediaan air baku menjadi salah satu penentu, bagaimana hasil produksi air bersih dihasilkan. Demikian juga kualitas air baku itu sendiri, menentukan hasil akhir saat diolah di Instansi Pengolahan Air (IPA) menjadi air bersih layak untuk dikonsumsi masyarakat
Hingga saat ini, ketersediaan dan kualitas air baru yang disediakan Perum Jasa Tirta (PJT) II, masih sering terkandala. Akibatnya, kualitas air yang dihasilkan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Bhagasasi, sering terkendala.
Diantara penyebab kualitas air baku yang kurang baik, banyaknya sampah pada saluran air, banyak bangunan liar di tepi saluran dan limbah rumah tangga dibuang ke saluran. Termasuk sedimentasi menyebabkan terjadi pendangkalan, penyempitan saluran akibat lumpur yang menumpuk.
Hal ih inilah yang sering terjadi sehingga menggangu pelayanan air bersih oleh Perumda Tirta Bhagasasi, dalam pelayanan air bersih bagi masyarakat. Saat ini, sekitar 300.000 pelanggan dilayani untuk kebutuhan air bersih di Kota dan Kabupaten Bekasi.
Untuk ketersediaan air baku yang pada umumnya oleh Perum Jasa Tirta II, sering terkendala, baik kelancaran pada saluran pengantar maupun volume yang juga terbatas, perlu ada normalisasi saluran secara berkala. Dengan demikian, air baku menuju IPA dapat terpenuhi.
Hal itu diungkap Direktur Teknik Perumda Tirta Bhagasasi Bekasi Rika Nursantika, belum lama ini. Karena itu, pihaknya selalu berkoordinasi dengan PJT II, agar ketersediaan air baku semakin membaik.
“Kami selalu koordinasi dengan pihak PJT II, bagaimana agar air baku cukup untuk diolah melalui Instalasi Pengolahan Air (IPA),” katanya.
Diantara air baku yang sering terkandala, untuk IPA Cabang Babelan, Pondokungu, Tarumajaya, Kantor Cabang Pembantu Sukatani, Tambelang, Kedung Waringin, tambah Rika.
Pada umumnya, Perumda Tirta Bhagasasi Bekasi sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten Bekasi, mengandalkan air baku dari PJT II sebagai pengelola air permukaan untuk diolah menjadi air bersih. (jonder sihotang)

