![]()
BEKASI (Independensi.com)- Guna mengetahui kinerja terkait kehilangan air, penambahan jumlah pelanggan, pemakaian air rata- rata, dan pelayanan lainnya, setiap Minggu, semua Kepala Kantor Cabang, dan Kepala Cabang Pembantu, wajib menyampaikan laporan hasil pekerjaan mingguan.
Langkan ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan dan kondisi di lapangan, karena menyangkut pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Bukan hanya angka kehilangan air yang dilaporkan. Tapi, juga menyangkut produksi setiap Instalasi Pengolahan Air (IPA) oleh cabang dan kantor cabang pembantu masing- masing. Kemudian, hasil air bersih yang berhasil disuplai kepada pelanggan.
Kemudian, hasil laporan dari semua kantor cabang dan kantor cabang pembantu tersebut, lalu dievaluasi guna mengetahui capaian, dan apa yang akan dilakukan Minggu berikutnya. Jadi semua terencana apa yang akan dikerjakan setiap Minggu.
Intinya, bagaimana semua cabang dan kantor cabang pembantu, dapat meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, dan dibantu para bagian terkait dari kantor pusat.
Penjelasan itu disampaikan Direktur Teknik Perusahaan Umum Darah (Perumda) Tirta Bhagasasi Bekasi, Rika Nursanika, kemarin.
“Insyaallah, saat ini, tingkat kehilangan air saat pendistribusian kepada pelanggan, terus menurun”, ungkapnya.
Dalam hal kehilangan air atau air yang tidak berekening karena kebocoran, semakin hari dapat dikurangi. Yang namanya dalam pengelolaan air bersih atau air minum melalui jaringan perpipaan, kebocoran pasti terjadi. Tapi kita berusaha mengurangi dengan cara melakukan pemantauan di lapangan, mengingat jaringan pipa pada umumnya berada di dalam tanah, tambah Rika.
Terkait kehilangan air, sebelumnya, Direktur Utama Perumda Tirta Bhagasasi Reza Lutfi menyebut, angka kehilangan air di perusahaan yang dipimpinnya, masih tinggi. Banyak hal penyebab kehilangan atau kebocoran air, mulai dari proses produksi hingga pendistribusian kepada pelanggan.
“Untuk mengurangi tingkat kehilangan air satu persen saja, perlu komitmen dan kerja keras semua pihak terkait,” katanya.
Sebagaimana diketahui, kehilangan air disebabkan antara lain, karena usia pipa yang sudah melampaui usia teknis, dan banyak hal lain, mengingat jaringan pipa ada di dalam tanah, di bawah jalan raya, bahkan asa di bawah sungai atau saluran air.
Khusus kebocoran air pada pipa di dalam tanah, sulit dideteksi. Jika kebocoran muncul dimana air memancar ke atas, masih dapat terlihat. Tapi ada kebocoran tak terlihat dimana airnya tidak tampak ke permukaan.
Karena itu, terkait kehilangan air, terus dilakukan berbagai upaya, bagaimana agar semakin berkurang bertujuan untuk pelayanan kepada masyarakat pelanggan, dapat ditingkatkan, ucapnya. (jonder sihotang)

