![]()
BEKASI (Independensi.com)- Empat Kabupaten di wilayah Jawa Barat, kini, pertumbuhan industri tergolong pesat. Pertama di Kabupaten Bekasi, disusul Kabupaten Karawang.
Kehadiran kawasan insustri, terus merambat ke Kabupaten Subang dan Purwakarta. Belasan ribu industri di wilayah ini, mempekerjakan jutaan pekerja.
Di empat wilayah tersebut, kini terbentuk forum Komunikasi Human Resource Development (HRD) Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan Subang (Bekapurs).
Forum ini sebagai wadah kolaborasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), memperkuat hubungan industrial, serta mendukung kemajuan dunia usaha.
Dengan adanya Forum tersebut, menjadi langkah strategis mempererat komunikasi antar praktisi HRD dan perusahaan menghadapi tantangan ketenagakerjaan, ungkap Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, saat peluncuran forum tersebut di Bekasi, kemarin
Pihaknya bersama tiga pemerintah daerah lainnya menyambut baik terbentuknya Forum Komunikasi tersebut.
Kabupaten Bekasi sendiri katanya, salah satu kawasan industri strategis di Indonesia memiliki potensi besar mendorong pertumbuhan ekonomi.
Keberadaan kawasan ini juga menjadi daya tarik investor, dan membuka peluang lapangan kerja.
Praktisi HRD berperan meningkatkan kompetensi tenaga kerja dan menjaga keseimbangan hubungan antara perusahaan dan pekerja.
Ketua Forum Komunikasi HRD Bekapurs, Yosminaldi, menyebut, pembentukan forum untuk memperkuat hubungan industrial, tingkat regional, nasional hingga Asia Tenggara.
Menurutnya, HRD berperan secara profesional, objektif, dan berimbang dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan hubungan industrial.
Strategis
Praktisi HRD memiliki posisi strategis karena berada di antara kepentingan pengusaha dan pekerja. Oleh sebab itu, HRD perlu berperan secara profesional, objektif, dan berimbang dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan hubungan industrial, katanya.
“Kami memulai dari wilayah Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan Subang. Tujuan utama kami adalah memperkuat pola hubungan industrial di Indonesia, bahkan berkontribusi dalam lingkup Asia Tenggara,” ujar Yosminaldi.
Ia menjelaskan, Forum Komunikasi HRD Bekapurs juga ingin terlibat secara nyata dalam pengembangan hubungan industrial di tingkat nasional.
Untuk itu, pihaknya berharap keberadaan organisasi tersebut mendapat pengakuan sehingga dapat berkontribusi dalam perumusan kebijakan dan pencarian solusi atas berbagai persoalan ketenagakerjaan.
Yosminaldi menilai, penyelesaian persoalan hubungan industrial membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dengan sudut pandang yang saling melengkapi. Selain pengusaha dan pemerintah, organisasi HRD serta kalangan akademisi dinilai perlu dilibatkan agar pembahasan dan penyusunan solusi dapat dilakukan secara lebih objektif dan komprehensif.
Melalui terbentuknya Forum Komunikasi HRD Bekapurs, diharapkan terbangun kolaborasi yang lebih kuat antara praktisi HRD, perusahaan, pemerintah, dan akademisi dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis, meningkatkan daya saing tenaga kerja. (jonder sihotang)

