Program ini untuk meningkatkan mutu pendidikan di wilayah prasejahtera dengan menghadirkan guru-guru muda Indonesia yang memiliki kompetensi dan idealisme memajukan pendidikan di Indonesia.
Pada game penentu, Anthony membawa angin segar saat unggul 11-7 dan 12-8. Namun di luar dugaan Momota balik menyalip kedudukan dengan merebut sembilan angka. Anthony akhirnya terhenti.
Prestasi ini patut diapresiasi, apalagi perolehan medali emas tahun ini meningkat dari tahun lalu yang 7 medali emas. Indonesia kini sementara menempati posisi ke-4 perolehan medali sementara setelah Vietnam, Thailand dan posisi ketiga Malaysia.
Kemenangan ini sementara menempatkan Medina di posisi kedua setelah meraih empat angka kemenangan atau hanya memiliki selisih setengah angka dari pimpinan klasemen Master FIDE Wanita Ulziikhishigjargal Ochirkhuyag.
YPA-MDR yang turut aktif memajukan pendidikan dan merupakan bentuk kontribusi menciptakan generasi muda yang unggul. Diharapkan melalui program pembinaan pendidikan ini akan berdampak positif pada pemberdayaan masyarakat menuju ekonomi kerakyatan.
Sempat mengalahkan unggulan satu dunia yaitu Kento Momota (Jepang). Jonatan menang dua game langsung atas Momota dengan 22-20 dan 21-15, menjadikannya kemenangan yang pertama.