Edukasi diberikan melalui penyampaian materi, demonstrasi pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), serta pemanfaatan teknologi Augmented Reality (AR) sebagai media pembelajaran interaktif.
Turnamen ini menjadi bukti bahwa gerakan kecil bisa berdampak besar, terutama ketika olahraga, edukasi, dan empati bersatu dalam satu semangat melawan kanker payudara bersama.