Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau renovasi Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (8/8/2017).

Menteri PUPR Minta Jajarannya Bekerja ala “Rock n Roll”

JAKARTA (IndependensI.com) – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Umum (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa menjadi pemimpin di Kementerian PUPR yang mendapat amanah untuk membangun infrastruktur harus memiliki jiwa inovatif dan mampu bekerja cepat ibarat musik rock n roll.

“Saya selalu sampaikan bahwa cara bekerja di Kementerian PUPR membangun infrastruktur harus dilakukan secara cepat, seperti musik rock n roll. Tidak bisa bekerja hanya linier dengan irama musik pop. Bekerja selama tujuh hari yang dibagi dalam tiga shift inilah solusinya. Karena tanpa itu semua kita tidak akan bisa melayani masyarakat dengan baik,” katanya pada pembekalan untuk peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim) Tingkat II di Auditorium Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (9/8/2017).

Dikatakannya, sebagaimana disampaikan Presiden RI Joko Widodo beberapa waktu lalu, bahwa dunia berubah sangat cepat sekali. Perubahan terjadi setiap detik, setiap menit, setiap jam, setiap hari, setiap bulan sehingga bila tidak bisa mengikuti tuntutan perubahan, maka akan ditinggal dan semakin tertinggal.

“Ekspektasi publik terhadap layanan infrastruktur semakin tinggi. Sebagai contoh jalan darurat dari brebes timur ke gringsing selama mudik lebaran yang sangat dibutuhkan walaupun kondisinya darurat,” jelasnya.

Menteri Basuki juga berpesan kepada para peserta untuk menjaga kredibilitas. “Smart is a must, but not sufficient, harus ditopang dengan akhlakul karimah dimana keberadaan kita di tengah masyarakat memberikan rasa aman, nyaman, dan bermanfaat,” tuturnya.

Sementara itu, Plt Kepala Badan Pembinaan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian PUPR Luhfiel Annam Achmad dalam laporannya mengatakan Diklatpim Tingkat II Tahun 2017 diselenggarakan oleh Kementerian PUPR  melalui BPSDM mulai tanggal 10 Agustus sampai dengan 7 Desember 2017 di Balai Diklat PUPR Wilayah IV Bandung. Kegiatan tersebut bertujuan pengembangan kompetensi manajerial khususnya kompetensi terkait manajemen strategis.

Jumlah peserta sebanyak 60 orang yang terdiri atas 49 orang dari Kementerian PUPR, enam orang peserta dari Kepolisian RI, dan lima orang peserta dari Dinas Pemerintah Provinsi yang telah lulus seleksi.

Diklatpim Tingkat II menjadi salah satu persyaratan untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi (JPT) pratama atau pejabat struktural eselon II. Para pejabat tinggi pratama dalam hal ini dituntut memiliki kemampuan kepemimpinan strategis, yaitu kemampuan dalam merumuskan kebijakan strategis dan kemampuan mempengaruhi pejabat struktural dan fungsional di bawahnya termasuk stakeholder lainnya untuk melaksanakan kebijakan strategis yang telah ditetapkan.

Dalam acara pembekalan tersebut, juga menghadirkan Prof Rhenald Kasali yang menyampaikan materi terkait manajemen stratejik. Menurut Rhenald, inovasi teknologi saat ini berkembang pesat setiap harinya dan bagi mereka mereka yang tidak mampu mengikutinya akan tertinggal. Saat ini merupakan era ide-ide di luar dugaan bisa berkembang dan berhasil.

“Dahulu orang yang membuka usaha atau bisnis harus memiliki modal besar, lahan, dan aset. Sekarang ini era globalisasi, untuk membuka usaha, bisa dilakukan melalui internet (bisnis online),” tandasnya.

Hadir pada kesempatan tersebut Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Anita Firmanti, Irjen Kementerian PUPR Rildo Ananda Anwar, Dirjen Penyedian Perumahan Syarif Burhaanuddin, Kabalitbang Danis H Sumadilaga, Dirjen Cipta Karya Sri Hartoyo.