Kondisi Kali Bekasi yang tercemar limbah industri. (foto:jonder sihotang)

Pencemaran Kali Bekasi Kian Parah

BEKASI (IndependensI.com)-   Kualitas air Kali Bekasi, semakin memperihatinkan, akibat pencemaran limbah industri. Air sungai yang berasal dari Kabupaten Bogor itu, sudah tidak layak lagi buat air baku PDAM.

Hal itu terungkap dalam  rapat Komisi II DPRD Kota Bekasi dengan  Dinas Lingkungan Hidup,  PDAM Tirta Patriot dan PDAM Tirta Bhagasasi, kemarin. Perwakilan Perum Jasa Tirta (PJT) II, sebagai pengelola air Kali Malang, tidak hadir pada rapat tersebut.

Pjs Dirut PDAM Tirta Patriot Cecep  Ahmadi dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bekasi Jumhana Lutfi, mengakui bahwa pencemaran Kali Bekasi sudah tahap membahayakan.

  1. Keduanya mengakui terakhir tanggal 22 September 2017 terjadi pencemaran yang sangat parah, dan tidak layak lagi dipakai sebagai sumber air baku PDAM.Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi Ariyanto Hendrata yang memimpin rapat, mendorong agar PDAM segera berkoordinasi dengan Pemkot Bekasi,  pemerintah pusat dan kementerian. Tujuannya  meminta suplai air baku alternatif selain dari Kali Bekasi sebagai bentuk antisipasi jika kembali tercemar di kemudian hari.

    Dewan merekomendasikan agar Dinas LH bertindak cerdas dan tegas terhadap  pelaku pencemaran Kali Bekasi, mulai dari pencabutan izin sampai mengambil tindakan hukum pidana dan perdata pelaku pencematan di Kali Bekasi.

    Pjs Dirut PDAM Tirta Patriot Cecep Ahmadi menjelaskan,  debit Kalimalang masih kurang banyak kalau dibandingkan Kali Bekasi untuk air baku PDAM.

    “Informasi yang kami dapat, Bekasi hanya diberikan jatah air Kalimalang 1 kubik/detik dari Kalimalang,  sementara DKI memperoleh jatah 21 kubik per detik,” katanya.

    Ia berharap jika air Kalimalang dijatah tiga meter kubik perdetik,  bisa aman untuk  48.000 pelanggan PDAM Tirta Patriot. “Saya harapkan seperti itu hanya gunakan air Kalimalang. Namun perlu ada diskusi serius di tingkat pusat, karena DKI juga butuh pasokan air Kalimalang,” ujar Cecep.(jonder sihotang)