Anggota ARSSI Kota Bekasi bertemu Wali Kota Bekasi bicara pelayanan kesehatan.(foto:jonder sihotang)

Wali Kota Bekasi: RS Jangan Takut Biaya Pengguna Kartu Sehat Pasti Dibayar

BEKASI( IndependensI.com) – Pemkot Bekasi sebagaimana kebijakan wali kotanya Rahmat Effendi, memberikan Kartu Bekasi Sehat bagi warganya. Kartu itu, berbasis nomor induk kependudukan (NIK) e-KTP Kota Bekasi.

Pemegang kartu  sehat, dapat berobat gratis di semua rumah sakit se Kota Bekasi.  Pemegang kartu sehat tidak membayar iuran karena dananya ditanggung dalam APBD.

Kartu sehat itu bukan seperti  kartu BPJS Kesehatan dimana pesertanya membayar iuran tiap bulan.

Kepada pihak rumah sakit, Rahmat minta  pemegang Kartu Bekasi Sehat, harus dilayani dengan baik.

“Jangan takut pihak rumah sakit (RS) biaya pasien pemegang Kartu Sehat  tidak dibayar Pemkot Bekasi. Jika memang tidak bisa bayar diakhir tahun,  maka pemerintah akan membuat surat pengakuan hutang dan akan dibayarkan diawal tahun berikutnya,” ujar Rahmat saat melakukan pertemuan dengan anggota Assosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Cabang Kota Bekasi, Jumat (6/10/2017).

Ketua ARSSI Cabang Kota Bekasi Irwan Heriyanto mengatakan, pihaknya ingin  bersama-sama memecahkan permasalahan yang ada terkait pelayanan kesehatan kepada masyarakat tentang pengguna Kartu Bekasi Sehat ataupun jaminan kesehatan lainnya.

“Anggota ARSSI Kota Bekasi selalu mencoba memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat dan mencoba mencari solusi terhadap kendala – kendala di lapangan,” ujarnya

Disebutkan, untuk kebutuhan obat, pihaknya   sulit mendapatkan di pasar sesuai untuk program Kartu Sehat berbasi nomor induk kependudukan (NIIK)  dan BPJS kesehatan.

Kendala lainnya,  masih kurangnya dokter spesialis seperti radiologi, bedah saraf, bedah jantung yang berpraktik di RS swasta Kota Bekasi.

Menanggapi permasalahan yang dihadapi RS swasta kurangnya dokter spesial, Rahmat minta kepada Dinas Kesehatan agar tahun 2018 menyediakan dana Rp  3,6 miliar  untuk peningkatan sumber daya manusia  (SDM) kebutuhan dokter,  dan harus ada rekomendasi untuk menyekolahkan dokter spesialis agar ada ikatan dinas dan emosional dgn rumah sakit.

Rahmat mengakui, ia melakukan pertemuan dengan anggota ARSSI, guna mencari masukan terkait pelayanan kesehatan di Kota Bekasi. (jonder sihotang)