Panitia Tonsea Charity Golf Tournament berfoto bersama dengan busana tradisional baniang sebelum memberi keterangan tentang turnamen berbalut budaya itu di Emeralda Golf Club, Depok, Jawa Barat, Kamis (12/10/2017). (Henri Loedji/IndependensI.com)

Tonsea Charity Golf Tournament Gabungkan Olahraga dan Budaya

DEPOK (IndependensI.com) – Masyarakat Tonsea yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya terpanggil untuk memelihara budaya leluhur yang mulai terlupakan. Salah satu caranya adalah dengan menggelar turnamen golf berbalut budaya.

Ajang yang diberi nama Tonsea Charity Golf Tournament ini akan berlangsung di Emeralda Golf Club, Depok, Jawa Barat, Jumat (13/10/2017). Turnamen yang diselenggarakan Paimpuluan Ne Tonsea (PNT) ini unik karena diiringi budaya Tonsea mulai dari kedatangan peserta hingga penyerahan hadiah. Panitia pelaksana juga mengenakan busana tradisonal baniang.

“Kami berusaha membantu dan menunjang pelestarian budaya yang sudah tergerus zaman. Maka dari itu kami mengadakan turnamen golf yang dibarengi dengan budaya Tonsea. Mulai dari makanan, musik tradisional, hingga tari-tarian,” kata ketua penyelenggara turnamen, Ferdinando Walangare, Kamis (12/10/2017).

Sesuai nama turnamennya, PNT juga melakukan berbagai kegiatan amal antara lain memberi bantuan ke panti asuhan, donor darah, dan bakti sosial.

Warga Tonsea yang ada di Jabodetabek antusias mengikuti turnamen amatir ini. Total sebanyak 165 orang dipastikan mengikuti kejuaraan diselenggarakan hanya sehari ini.

“Jumlah peserta lebih banyak dibanding kejuaraan amatir pada umumnya. Untuk itu, kami akan memulainya dengan shot gun yaitu peserta melakukan tee off bersamaan di 18 lubang yang ada di lapangan ini,” kata ketua bidang pertandingan, Tonny Mandagi.

Suasana budaya Tonsea akan terasa mulai dari awal turnamen bertema Budaya yang Mempersatukan ini. “Peserta akan diiringi tarian saat berjalan menuju tee box. Di setiap lubang par-3, akan disediakan kue-kue khas Sulawesi Utara. Di lubang-lubang itu kami juga memasang figur-figur kebesaran. Tujuannya untuk lebih memperkenalkan budaya Tonsea kepada peserta,” kata Tonny.

Para peserta akan memperebutkan Piala Bergilir Gubernur Sulawesi Utara untuk Best Gross Overall dan Piala Ketua Umum PNT untuk Beset Nett Overall. Selain itu diberikan juga hadiah untuk Longest Drive, Nearest to the Pin, dan Nearest to the Line. Panitia juga menyediakan hadiah berupa mobil mewah dan mobil golf untuk pencetak hole in one di lubang-lubang tertentu.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey dijadwalkan datang untuk menyaksikan kegiatan ini.

“Turnamen ini baru pertama kami digelar. Rencananya kami akan menggelar ajang serupa pada 2018 dan 2019,” kata Ferdinando.

Selain lewat turnamen golf, budaya Tonsea juga akan diangkat lewat festival bulan depan. PNT akan menggelar pergelaran budaya di anjungan Sulawesi Utara, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta pada 24-25 November 2017.

“Keesokan harinya, pada 25 November 2017, kami akan menggelar pawai pada car free day di kawasan Bundaran Hotel Indonesia,” kata Johny Politon, ketua bidang seni, budaya, dan olahraga PNT.