Sosialisasi Imunisasi MR Kota Bekasi oleh Kementerian dan Dinas Kesehatan.(foto:jonder sihotang)

Pelaksanaan Imunisasi MR Kota Bekasi Dibawah Target

BEKASI (IndependensI.com)-  Jumlah anak yang diimunisasi campak-rubella (measles rubella/MR) di Kota Bekasi, dibawa target. Padahal, waktu pelaksanaan sudah diperpanjang 14 hari hingga Sabtu (14/10/2017l.  Pencapaian program imunisasi hanya tercapai  92,3 persen.  Sementara targernya 95 persen.

“Hasilnya  tidak sesuai  target yang dipatok pemerintah daerah, yakni 95 persen,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kota Bekasi, drg Dezi Syukrawati pada Minggu (15/10/2017)

Dikatakan, selama dua minggu pelaksanaan perpanjangan haya  ada 13.997 anak yang diikutsertakan dalam program imunisasi MR susulan ini. Sebelumnya, masih ada 60.251 anak yang belum divaksin berdasarkan jadwal dari pemerintah selama dua bulan, yaitu Agustus-September.

Dengan adanya imunisasi susulan ini, maka jumlah anak yang belum divaksin MR di Kota Bekasi menjadi 46.254 anak. “Perpanjangan pelaksanaan program imunisasi MR bukan hanya di Kota Bekasi saja, tapi di daerah lain di Pulau Jawa yang belum memenuhi target,” katanya.

Ia menyatakan, bakal terus memantau perkembangan anak 9 bulan-15 tahun yang belum divaksin MR. Ke depan,  anak harus mengikuti program ini, sehingga dapat mengurangi kantong-kantong kemungkinan terjadinya penyakit campak-rubella. “Nanti semua puskesmas akan membuat jadwal pelayanan MR, jadi masyarakat boleh datang ke sana untuk imunisasi,” jelas Dezi.

Program imunisasi nasional merupakan hak anak sehingga pemerintah dan orang tua harus memenuhi hak mereka. Meski masa program imunisasi ini tahun ini telah habis dari pemerintah pusat, namun daerah terus melaksanakan programnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, dr Kusnanto Saidi menambahkan sisa vaksin tidak dikembalikan, tapi akan berlanjut pada kegiatan pengenalan MR untuk program rutin imunisasi bulanan. Pengenalan imunisasi ini dikhususkan bagi anak yang memasuki usia 9 bulan. “Ke depan tidak lagi diberi imunisasi campak, tapi akan diganti dengan imunisasi MR,” ujarnya.

Pihaknya telah berupaya maksimal dalam program imunisasi nasional ini. Selain menggandeng rumah sakit swasta, pihaknya juga mengerahkan tim ke rumah-rumah warga hingga ke sekolah dalam pelaksanaan imunisasi nasional.

Salah satunya penolakan orang tua terhadap imunisasi MR karena khawatir dengan keaslian dan kehalalan vaksin ini. Mereka juga khawatir dampak pelaksanaan iminisasi sebelumbya di Kota Bekasi dengan adanya vaksin palsu tahun lalu.

Data  dari Kementerian Kesehatan, setiap tahun dilaporkan lebih dari 11.000 kasus suspect campak-rubella. Untuk hasil campak berdasarkan uji laboratorium menunjukkan 12-39 persen, sedangkan rubella mencapai 16-43 persen.

Pelaksaan imunisasi MR, oleh pemerintah pusat akan dilanjutkan tahap kedua di luar Pulau Jawa pada Agustus sampai September 2018. Sedang tahap pertama di Pulau Jawa pada Agustus sampai September 2017 lalu. (jonder sihotang)