46 Pasar Rakyat Ikut Forum Pembelajaran Inovasi Pasar Rakyat

JAKARTA (IndependensI.com) – Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Mengatakan, Kementerian Perdagangan Tjahya Widayanti mengatakan, forum Pembelajaran Inovasi Pasar Rakyat yang baru pertama kali diselenggarakan ini diikuti 46 pasar rakyat yang terdiri dari 40 pasar rakyat milik Pemerintah Daerah dan 6 pasar rakyat Perusahaan Daerah (PD)/Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Tjahya Widayanti menambahkan “forum ini diharapkan menjadi sarana komunikasi, pembelajaran, dan pengalaman dari berbagai pihak dalam upaya pengembangan pasar rakyat yang lebih baik dan profesional dalam melakukan kegiatan transaksi perdagangan serta pelayanan kepada konsumen.

“Melalui forum ini, diharapkan para pengelola pasar dapat mengetahui dan memperoleh masukan mengenai perkembangan pasar rakyat di Indonesia; memberikan masukan kepada Pemerintah Daerah, BUMD maupun swasta untuk mengelola dan memajukan pasar rakyat,  memberikan inspirasi dan menjadi panutan dalam pengelolaan pasar rakyat di Indonesia, serta mengajak masyarakat berbelanja ke pasar, dan memelihara pasar rakyat yang bersih, sehat, nyaman dan transparan dalam melakukan transaksi jual beli,” ujar Tjahya.

Sementara itu Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli Restu Pratiwi mengatakan, Danamon Peduli menyadari pentingnya keberadaan pasar rakyat sebagai rumah ekonomi, sosial dan budaya bangsa.

“Kami pun menangkap semangat pengelola pasar yang secara konsisten melakukan terobosan dan inovasi pengelolaan pasar rakyat untuk berlomba-lomba menjawab kebutuhan dan memenangkan hati konsumen di tengah ketatnya persaingan dengan ritel modern. Gairah inovasi pengelola pasar inilah yang menjadi momentum penyelenggaraan Forum Pembelajaran Inovasi Pasar Rakyat dan Anugerah Pancawara,” jelasnya.

Kemitraan Danamon Peduli dan Kementerian Perdagangan RI sudah terjalin sejak tahun 2010 melalui program pendampingan revitalisasi pasar rakyat yaitu Pasar Sejahtera (Sehat, Hijau, Bersih dan Terawat) di beberapa Kabupaten dan Kota di Indonesia.

Program ini diperuntukkan sebagai pasar percontohan yang mengacu pada Pasar Sehat Kementerian Kesehatan RI dan saat ini mengacu pada SNI 8152:2015 Pasar Rakyat.

Pasar Sejahtera tidak hanya menyasar pada perbaikan fisik, namun juga pada pengelolaan pasar melalui peningkatan kapasitas pedagang, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki tupoksi di pasar, serta pemberdayaan komunitas pasar. Diharapkan ke depan Yayasan Danamon Peduli dapat melaksanakan programnya di pasar-pasar yang dibangun/revitalisasi oleh Kementerian Perdagangan.

“Danamon Peduli sangat berharap bahwa pemerintah daerah dan swasta lain akan mereplikasi atau menjadikan program Pasar Sejahtera sebagai rujukan untuk pengembangan dan pengelolaan pasar rakyat di Indonesia,” pungkas Restu.