Ilustrasi. (Istimewa)

Malang dan Kupang Diguncang Gempa Bumi

MALANG (IndependensI.com) – Gempa bumi berkekuatan 4,1 Skala Richter (SR) dengan kedalaman 10 kilometer dan tidak berpotensi tsunami mengguncang wilayah Malang dan sekitarya, Kamis (26/10). Menurut keterangan Kepala Stasiun Geofisika Karangkates, Musripan, gempa berkekuatan 4,1 SR itu terjadi pada lokasi (koordinat) 9.62 LS, 112.90 BT atau 154 kilometer Tenggara Kabupaten Malang, Jawa Timur. “Gempa berkedalaman 10 kilometer itu terjadi tepat pada pukul 05:04:06 WIB,” kata Musripan seperti dikutip dari Antara.

Musripan menerangkan, gempa yang terjadi pagi tadi tidak berpotensi tsunami. “Sampai saat ini tidak ada laporan korban jiwa, hanya ada kerusakan dan guncangan gempa agak lemah,” tuturnya. Pada hari Rabu (25/10), sekitar pukul 23:35:37 gempa bumi tektonik berkekuatan 4,9 SR juga mengguncang wilayah Gunukmas, Jember hingga Tempursari, Lumajang. Gempa bumi terjadi dengan episenter terletak pada koordinat 9.59 LS, dan 112.88 BT atau 167 kilometer Barat Daya Lumajang, pada kedalaman 10 km.

Dampak dan Makroseismik yang ditimbulkan gempa tersebut, peta tingkat goncangan (shake map) BMKG menunjukkan bahwa dampak gempa bumi berupa goncangan lemah dirasakan di daerah Gumukmas Jember, Tempursari Lumajang dalam skala intensitas I Sig-BMKG atau II MMI.

Pada dua wilayah tersebut, goncangan gempa bumi dilaporkan dirasakan oleh beberapa orang. “Masyarakat tidak perlu khawatir dan kami imbau tetap tenang dan terus mengikuti arahan dari BPPD serta BMKG. Khusus untuk warga di daerah pesisir pantai juga tidak terpancing isu, sebab gempa bumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami,” ujarnya. Sejak terjadi gempa awal hingga pukul 08.00 WIB, telah terjadi delapan kali aktivitas gempa susulan, hanya saja agak lemah.

Sementara itu dari Kupang diberitakan, wilayah Kabupaten Kupang dan sekitarnya diguncang gemba bumi tektonik berkekuatan 3,7 Skala Richter, sekitar pukul 08.54 WITa, Kamis (26/10). Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Hasanudin mengatakan, dari hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi berada di darat, sekitar 6 kilometer tenggara Kabupaten Kupang dengan koordinat 10.05 LS dan 123.89 BT, serta kedalaman 10 kilometer.

Berdasarkan hasil analisis peta tingkat guncangan (shake map) BMKG, peristiwa itu menimbulkan guncangan pada II Skala Intensitas Gempabumi BMKG (SIG-BMKG) atau II-III skala intensitas Modified Mercally Intensity (MMI) di Kabupaten Kupang. Menurut Hasanudin, pihaknya juga menerima informasi dari masyarakat. Getaran gempa bumi dirasakan II SIG-BMKG (III MMI) di wilayah Oelamasi, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur atau sekitar 36 kilometer timur Kota Kupang. Ditinjau dari kedalaman hiposenternya, katanya, masuk kategori gempa bumi dangkal, akibat aktivitas sesar lokal.

Hingga sekitar pukul 09.44 Wita, belum terjadi gempa susulan. Namun, masyarakat telah diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan petugas, baik BMKG maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami karena pusatnya di darat. Pada Selasa (24/10) pukul 18.47 Wita, BMKG juga melaporkan gempa bumi tektonik berkekuatan 6,6 SR mengguncang wilayah perairan Kabupaten Flores Timur dan sekitarnya. Pusat gempa bumi berada di laut 106 kilometer timur laut Flores Timur dengan koordinat 7.36 LS dan 123.08 BT di laut pada kedalaman 569 kilometer.

Sampai dengan berita ini diturunkan belum ada laporan soal kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.