![]()
KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR (Independensi.com) – Upaya memperkuat pendidikan vokasi di wilayah terpencil terus dilakukan Astra melalui pendampingan berkelanjutan di SMK Negeri 1 Takari, Kabupaten Kupang. Program yang dijalankan oleh Yayasan Astra – Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim ini berfokus pada peningkatan kapasitas guru, penguatan pembelajaran berbasis praktik, serta kesiapan kerja dan kewirausahaan siswa di tengah keterbatasan fasilitas pendidikan pedesaan.
Sekolah yang menjadi rujukan pendidikan kejuruan bagi sejumlah desa di Kecamatan Takari ini melayani siswa dari latar belakang ekonomi sederhana, dengan sekitar 80 persen di antaranya berharap dapat langsung bekerja setelah lulus. Namun sebelum pendampingan dimulai, proses belajar dihadapkan pada minimnya sarana praktik dan keterbatasan metode pembelajaran kontekstual yang sesuai kebutuhan industri.
Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro menegaskan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda yang mandiri. “Melalui Yayasan Astra-Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim, kami berupaya memperkuat kapasitas guru dan pembelajaran praktik agar lulusan SMK memiliki keterampilan relevan serta mampu menciptakan peluang kerja,” ujarnya.
Pendampingan yang dimulai sejak 2021 dilakukan bertahap, mulai dari penguatan karakter siswa, peningkatan literasi dan numerasi bagi 23 guru, hingga penguatan teaching factory pada 2023. Pendekatan ini mendorong kolaborasi guru dan siswa untuk menciptakan inovasi pembelajaran meski sarana terbatas.
Salah satu inovasi lahir dari jurusan teknik kendaraan ringan, ketika guru dan siswa mengembangkan alat simulasi sistem penerangan dan starter kendaraan. Inovasi tersebut kemudian berkembang menjadi aplikasi pembelajaran digital Gaspol, yang memuat materi komponen kendaraan, simulasi rangkaian, dan kuis interaktif. Aplikasi ini kini digunakan lebih dari 75 siswa dalam praktik belajar.
Dampak nyata juga terlihat pada lulusan sekolah. Sejumlah alumni telah bekerja di sektor jasa otomotif atau membuka usaha mandiri.
Bahkan seorang lulusan jurusan pengelasan yang sebelumnya kesulitan akademik kini berhasil mengelola bengkel sendiri dan kembali ke sekolah sebagai penguji praktik, memperkuat ekosistem pembelajaran berbasis pengalaman nyata.
Selain kesiapan kerja, akses pendidikan lanjutan juga diperluas melalui kerja sama dengan Politeknik Astra.
Setiap tahun, hingga enam siswa kelas XII mendapat kesempatan mengikuti seleksi beasiswa penuh untuk melanjutkan studi vokasi di bidang teknologi dan industri.
Pendampingan berkelanjutan ini menjadikan SMK Negeri 1 Takari sebagai rujukan penguatan pembelajaran berbasis praktik di Kabupaten Kupang.
Program tersebut sejalan dengan komitmen Astra dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya di wilayah dengan tantangan akses pendidikan.
Kisah lengkap perjalanan pendampingan dapat disaksikan melalui kanal YouTube SATU Indonesia, sebagai bagian dari upaya Astra menyebarkan praktik baik pendidikan vokasi dari daerah untuk kemajuan bangsa.

