Kadis Kesehatan Kota Bekasi Kusnanto Saidi saat memberikan keterangan kasus difteri. (foto:jonder sihotang)

Target Imunisasi Difteri Kota Bekasi 970.000 Anak

BEKASI (IndependensI.com)- Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Kusnanto Saidi mengatakan, tambahan kasus penderita difteri ditemukan setelah Provinsi Jawa Barat mendapatkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) atas penyakit difteri. Sejumlah warga Kota Bekasi pun ikut paranoid ketika merasa gejala sakit yang menyerupai penyakit tersebut.

“Jadi ketika mereka merasakan gejala serupa dengan penyakit difteri warga menjadi panik. Di situlah mengapa jumlah kasus yang ditemukan bertambah,” katanya, Jumat (15/12/2917).

Saat ini, pihaknya menargetkan sekitar 970 ribu orang anak usia 1-19 tahun mengikuti vaksinasi ulang penyakit difteri sejak Senin (11/12). Dan sampai saat ini baru sekitar 32.057 anak tervaksinasi. “Karena tidak ada batasannya proses vaksinasi tetap berjalan di sekolah dan Puskesmas,” katanya.

Sebagai langkah pencegahan jatuhnya korban jiwa, Dinkes Kota Bekasi menyediakan delapan rumah sakit rujukan khusus penanganan penyakit difteri. Rumah sakit tersebut wajib menyediakan ruang isolasi guna menampung pasien dengan diagnosa positif difteri dan suspect difteri.

Kedelapan rumah sakit  antaranya  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Chasbullah Kota Bekasi, RS Hermina, RS Awal Bross Bekasi Barat, RS Awal Bross Bekasi Timur, RS Mitra Keluarga Cibubur, RS Permata, RS Siloam Bekasi Timur dan RS Anna Medika.

Delapan rumah sakit ini dipilih mewakili tiap-tiap wilayah Kecamatan. “Kalau warga mau berobat ke 42 rumah sakit lainnya di Kota Bekasi tidak dilarang, ini sifatnya hanya rujukan,” Kusnanto menambahkan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi Dezi Syukrawati menambahkan, proses vaksinasi ulang masih berlangsung di 39 Puskesmas yang ada di Kota Bekasi. Lantaran musim libur anak sekolah, maka para anak sekolah dianjurkan tetap ikut vaksinasi di Puskesmas terdekat.

Ketersediaan obat vaksin pencegahan difteri di Kota Bekasi lebih dari cukup. Apalagi, suplai vaksin dari Kemenkes RI sudah datang sejak Rabu (13/12) lalu.

Untuk jenis vaksi Difteri-Pertusis-Tetanus (DPT) untuk anak usia 0-5 tahun tersedia sebanyak 67.123 botol. Vaksin Difteri Tetanus (DT) untuk 5-7 tahun tersedia sebanyak 13.301 botol. Vaksin Tetanus-difeteri (Td) untuk anak 7 tahun ke atas tersedia sebanyak 74.841 botol.

Adapun, periode vaksin ulang difteri fase I adalah sampai Januari 2018, fase II hingga Februari 2018 dan fase III adalah pada Juni 2018.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Bekasi mencatat sudah ada 12 pasien yang terkena difteri sejak Januari sampai November 2017. Namun, kondisi pasien itu sudah mulai membaik setelah mendapat perawatan medis.

Adapun sasaran immunisasi, anak usia 1-5 tahun dengan immunisasi PPT-HB-Hb sebanyak 67.123 orang, usia 5-7 tahun dengan immunisasi DT sasaran sebanyak 13.303 orang, usia 7- 19 tahun dengan immumisasi Td sasaran 74.841 jiwa. Dan sampai saat ini telah diimmunisasi sebanyak 32.057 jiwa.

Pelaksanaan immunisasi dapat dilakukan di 39 Puskesmas, 44 rumah sakit dan 1.546 Pos Yandu se Kota Bekasi.(jonder sihotang)

One comment

  1. Mengapa pemerintah umumnya, puskesmas khususnya tidak memikirkan masyarakat dg kebutuhan khusus? Saya hari ini mendatangi puskesmas dg membawa anak saya yg berkebutuhan khusus, utk disuntik difteri. Usia anak saya 22thn, down syndrome. Namun pihak puskesmas mensyaratkan kami utk membawa surat rekomendasi dari dokter. Memang beginikah prosedurnya?

Comments are closed.