Jikalau Ahok-Vero Bercerai Akan Muncul Perkara Lebih Besar

Oleh : Mangasa Situmorang

IndependensI.com – Bagai petir siang hari, tiba-tiba lewat status teman yang saya baca bahwa Ahok-Vero akan bercerai. Karena belum percaya akan status teman itu, saya mencari narasumber dari situs website pemberitaan pemberitaan Ahok terkait rencana perceraian, tiba-tiba tak lama kemudian, ada video yang beredar, yang katanya pengacara Ahok membenarkan rencana penggugatan cerai terhadap istrinya Veronica Tan.

Persoalan ini memang adalah persoalan pribadi mereka, namun ketika Ahok-Veronica adalah publik figur tidak bisa dielak, akan banyak orang mencoba sedikit ikut campur yaitu dalam arti memberikan nasehat damai, supaya perceraian itu tidak terjadi.

Sebab kita tahu bahwa Ahok-Veronica Tan adalah yang menganut agama Kristen pada prinsipnya ajaran Alkitab dilarang untuk bercerai, dan hanya Allah memisahkan mereka ketika kematian tiba.

Ahok-Veronica seharusnya tidak mengambil langkah terburu-buru dalam keputusan ini, sebab perceraian tidak mengambil titik terang, namun justru mendatangkan perkara yang lebih besar.

Perkara yang besar yang akan datang, jikalau terjadi perceraian itu. Salah satunya  adalah psikologis anak-anak, masa depan anak-anak, dan iman akan hancur lebur. Dan jikalau terjadi perceraian itu maka Ahok-Vero tidak boleh menikah, dan jikalau mereka menikah dengan laki-laki atau perempuan yang lain, Ahok-Vero
hidup dalam zinah selama hidupnya. Inilah perkara yang lebih besar itu. Sebab apa kata Alkitab adalah “ya” dan amen”.

Roma 7: 2-3 “Sebab seorang istri terikat oleh hukum kepada suaminya selagi suaminya itu hidup. Akan tetapi apabila suaminya itu mati, bebaslah ia dari hukum yang mengikatnya kepada suaminya itu. Jadi selama suaminya hidup ia dianggap berzinah, kalau ia menjadi istri laki-laki lain; tetapi jika suaminya telah mati, ia bebas dari hukum, sehingga ia bukanlah berzinah, kalau ia menjadi istri laki-laki lain”.

Ahok-Vero harus ingat apa kata Yesus tentang penabur benih. Jikalau benih itu tumbuh disemak berduri, benih itu tumbuh namun oleh karena semak berduri menghimpitnya benih itu mati karena himpitan semak berduri. Artinya adalah kita tahu selama ini apa yang terjadi kepada keluarga Ahok-Vero, keluarganya diserang dan ditindas perpolitikan hingga Ahok ke penjara dalam putusan Pengadilan.

Situasi ini memang berat bagi Ahok-Vero, mereka yang lebih tahu privasi perkawinan mereka.  Mengapa harus ada keputusan hingga ingin bercerai. Tetapi jikalau dikaitkan sakramen perkawinan kudus mereka, tentulah keputusan Ahok-Veronica adalah keputusan yang keliru dan mereka telah kehilangan kemuliaan Allah.

AHOK BAK BURUNG RAJAWALI DALAM PROSES TRANSFORMASI KEHIDUPAN

Kekalahan Ahok dalam Pilgub Jakarta adalah skak mati terhadap dirinya dalam percaturan politik, dan ditambah kasus menimpanya hingga berujung ke penjara membuat “mati suri” nya Ahok. Namun mati surinya Ahok adalah bukan matinya segalanya karir jikalau Ahok-Veronica teguh dalam suatu prinsip.

Mari kita mempelajari burung Rajawai. Burung Rajawali adalah burung yang panjang usianya, hingga mencapai 80 tahun. Tetapi diusia pertengannya yaitu 40 tahun, burung rajawali harus memilih mati atau berkelanjutan untuk hidup mencapai 80 tahun, sebab diusia 40 tahun ia akan mengalami tranformasi tubuh.

Ketika usia Rajawali 40 Tahun, bulu sayapnya tebal hingga membuatnya tidak bisa terbang tinggi ke udara, kukunya tidak bisa mencakar karna tidak lagi tajam, dan paruhnya yang panjang bengkok hingga membuat Rajawali susah untuk makan.

Jikalau burung Rajawali memutuskan melewati tranformasi tubuh, maka Rajawali akan mengalami proses yang sangat menyakitkan. Rajawali akan mencabut semua bulunya sendiri hinga muncul bulu yang baru, Rajawali akan mencabut kukunya sendiri hingga kukunya muncul kuku yang baru dan mematuk-matukkan paruhnya ppada batuan supaya lepas, dan beberapa lama akan muncul paruhnya yang baru. Dan ketika tubuh Rajawali sudah sempurna, ia akan terbang tinggi dan hidup hingga 80 tahun.

Ahok kini dalam proses tranformasi untuk kesempurnaan. Jabatannya lepas ibarat bulu Rajawali yang harus dicabut dengan paksa. Tetapi semua itu kembali kepada Ahok-Vero.  Apakah mampu mereka menahan proses tranformasi untuk kehidupan baru seperti Rajawali?

Sedangkan burung Rajawali mampu untuk melewati itu semua, apalagi Ahok-Vero mereka jauh lebih mulia dari pada burung diudara yang tidak mengenal Tuhan.  Namun Tuhan memelihara burung-burung itu. Sebab Tuhan tahu apa perkara Ahok saat ini, dan diizinkan-Nya semua itu terjadi. Sebab Tuhan inginkan Ahok ingin naik kelas dalam iman yang melebihi jabatan gubernur.

Penulis adalah wartawan Independensi.com di Riau