kebutuhan pokok
Ilustrasi belanja kebutuhan pokok. (foto istimewa)

Banten Bakal Miliki Pusat Distribusi Pangan Regional

Loading

JAKARTA (IndependensI.com)- Pemerintah Provinsi Banten pada 2018 akan memulai tahapan pembangunan pusat distribusi pangan regional atau pasar induk untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banten, Babar Suharso di Serang, Rabu (10/01/2018), mengatakan tahun ini prioritas pembangunan Disperindag Banten akan membangun sebuah pasar induk atau pusat distribusi pangan atau hasil pertanian. Program tersebut selaras dengan program nawacita yang diusung oleh pemerintah pusat.

“Kabupaten/kota ada revitalisasi pasar. Untuk yang provinsi itu ada pusat distribusi. Kalau definisi UU itu pusat distribusi atau pusat distribusi regional, ya seperti pasar induk,” kata Babar.

Menurutnya, proses pembangunan pasar induk tersebut rencananya akan dimulai pada tahun ini. Adapun tahap awal yang akan dilakukannya adalah proses pengadaan lahan.

“Kita masih ada 3 alternatif, ini kita sedang melakukan pendalaman. Awal tahun kita tunjuk pihak ketiga, tim ahli untuk mengkaji kelayakan dari sisi amdal dari sisi kelayakan pasarnya. It di Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang dan Kabupaten Lebak,” katanya.

Menurutnya, pemilihan 3 kabupaten sebagai calon lokasi pasar induk dikarenakan mereka adalah sentra produksi pertanian Banten. Dengan dibangunnya pasar induk itu, maka diharapkan bisa memutus panjangnya rantai distribusi, sehingga bisa menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

“Terutama yang punya sentra produksi pertanian. Supaya transaksinya baik, mudah-mudahan harganya baik, masyarakat bisa memenuhi kebutuhannya juga dengan baik,” kata Babar.

Selain pembangunan pasar induk, kata dia, pemprov juga menargetkan revitalisasi pasar tradisional yang ada di 8 kabupaten/kota di Banten. Sebab, saat ini masih banyak pasar tradisional yang ternyata belum memenuhi standar nasional Indonesia (SNI).

“Pasar tradisional ber-SNI itu standar keamanan dan kenyamanan serta fasilitas pendukungnya lengkap. Revitalisasi pasar tradisional kewenangan kabupaten/kota, kita (pemprov) hanya pembina. Tapi secara nasional itu target nawacita 3.000 pasar untuk dibangun melalui APBN, DAK dan tugas pembantuan, provinsi bantu melalui bantuan keuangan,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, masih banyak yang perlu dibenahi agar kesejahteraan peternak dan petani di Banten bisa lebih ditingkatkan.

“Tempat transaksinya, jual belinya, harga mesti dikendalikan, banyak yang perlu dibenahi. Perlu dibangun pasar ternak, pasar sayur, pasar induk. Produksinya harus ditingkatkan karena permintaannya juga tinggi. Kita mulai di 2018,” kata Wahidin.(budi mustafa/ant)