Larik gogo (Largo), terobosan teknologi budidaya padi gogo. (Humas Kementerian Pertanian)

Di Kebumen, Padi Gogo ‘Largo’ Masuki Fase Panen

JAKARTA (Independensi.com) – Tim Badan Litbang Pertanian Kementan yang terdiri dari Puslitbang Tanaman Pangan, Balai Besar Penelitian Padi serta Dinas Pertanian Kab. Kebumen, Sabtu (13/1/2018), mengunjungi pertanaman padi gogo ‘Largo’ yang telah memasuki fase panen.

Demikian dalam keterangan pers diterima Independensi.com, Minggu (14/1/2018).

Larik gogo (Largo) adalah terobosan teknologi budidaya padi gogo dengan merekayasa jumlah populasi per hektare (ha) minimal 200.000 rumpun dengan menerapkan cara tanam jajar legowo.

Penanaman dilakukan dengan alsin tabela larik pola jarwo 2:1. Varietas unggul padi gogo Inpago 8, 9, 10 dan IPB 9G provitas tinggi adalah kombinasi wajib larik gogo plus pupuk hayati, pestisida nabati dan biodekomposer.

Kebumen dipilih sebagai lokasi uji karena wilayah lahan kering yang luas menghampar sepanjang pantai selatan baik terbuka maupun ditanami tanaman tahunan terutama kelapa.

Tepatnya di Desa Banjarejo dan Desa Puliharjo Kecamatan Puring. Performa tanaman pada hamparan terbuka bagus, sehingga target provitas 10 ton/ha optimis tercapai. Petani terkesan dengan Inpago 9 dan 10, namun akan menguji beras dan rasa nasi sebelum memutuskan pilihan.

Sedangkan performa tanaman di bawah tegakan kelapa masih perlu mendapat perhatian terutama pengendalian hama dan pemupukan.

Lokasi kegiatan sekitar 1 – 3 km dari laut, 20-50 mdpl. Namun demikian air yang mengairi persawahan tidaklah asin. Penanaman largo dilakukan dengan sistem jajar legowo 2:1 pada hamparan seluas 30 ha dengan perkiraan provitas 10 ton/ha, harga gabah saat ini Rp. 5.500.

Pola tanam eksisting adalah padi – palawija, sedangkan di bawah tegakan kelapa kosong atau hortikultura sayur dan bumbu.

Andriko Noto Susanto, Kepala Puslitbangtan, mengungkapkan penerapan teknologi Largo Super dimulai saat menggunakan varietas adaftif dengan provitas tinggi.

Teknologi tersebut tepat dalam pengelolaan di lahan kering terbuka maupun ternaungi tanaman hutan dan perkebunan di Indonesia.