Presiden Joko Widodo diikuti Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono berjalan menyusuri pematang sawah di Desa Dukuhlo, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Senin (15/1/2018) guna meninjau pelaksanaan pekerjaan infrastruktur padat karya irigasi

Presiden Jokowi Kunjungi Program Padat Karya Irigasi di Tegal

Loading

TEGAL (independensi.com) – Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau pelaksanaan pekerjaan infrastruktur padat karya irigasi di Desa Dukuhlo, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Senin (15/1/2018). Tahun 2018, Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran infrastruktur padat karya sebesar Rp 11,28 triliun, dengan porsi belanja upah Rp 2,4 triliun salah satunya Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI).

“Ini kerja bayar tunai dan merupakan padat karya yang tahun lalu kita rencanakan. Baru seminggu dimulai membuat irigasi tersier. Untuk tukangnya dibayar Rp 100 ribu, untuk pembantunya Rp 80 ribu. Ini standar di Tegal dan sekitarnya, dibayar seminggu sekali. Saya minta kepada Pak Menteri, kalau bisa setiap hari dibayar, tapi ini yang sudah berjalan memang mingguan,” ucap Presiden. Turut hadir Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Staf Khusus Presiden Johan Budi, serta Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Ditambahkan Presiden Jokowi, banyak manfaat dari program padat karya tunai, diantaranya menambah uang beredar di masyarakat, sehingga diharapkan tingkat konsumsi, daya beli masyarakat desa semakin naik.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pekerjaan padat karya di Desa Dukuhlo berupa pemasangan batu kali dan galian sepanjang 500 meter yang akan meningkatkan kelancaran suplai air ke lahan persawahan petani. Selain itu juga dilakukan pekerjaan operasi dan pemeliharaan pada saluran irigasi primer dan sekundernya.

“P3-TGAI dilakukan di 5.000 lokasi di 34 provinsi dengan anggaran Rp 1,12 triliun. Tujuannya untuk peningkatan dan pemeliharaan saluran irigasi tersier. Masing-masing lokasi mendapat alokasi Rp 225 juta dengan komposisi Rp 195 juta untuk pekerjaan fisik dan Rp 30 juta untuk pendampingan,”kata Menteri Basuki.

P3TGAI meningkatkan partisipasi petani dalam perbaikan dan peningkatan jaringan irigasi karena dikerjakan oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) setempat didampingi oleh Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM).

Selain P3-TGAI, program padat karya Kementerian PUPR lainnya untuk mendukung ketahanan pangan nasional yakni operasi dan pemeliharaan irigasi. Total anggarannya sebesar Rp 1,6 triliun dimana alokasi belanja upah Rp 664,2 miliar dengan 4.754 kegiatan dan menyerap tenaga kerja 53.136 orang.

Turut mendampingi Menteri Basuki adalah Direktur Jalan Bebas Hambatan, Perkotaan dan Fasilitasi Jalan Daerah Sugiyartanto, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VI Artyanto, Kepala BBPJN VII Heri Marzuki, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Ruhban Ruzziyatno, dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra Atmawidjaja.

Pada hari ini, Selasa (16/1/2018), Presiden Jokowi dijadwalkan akan mengunjungi program padat karya di Kabupaten Tasimalaya, Jawa Barat. Untuk Provinsi Jawa Barat, P3-TGAI dilaksanakan di 711 lokasi di 19 kabupaten dengan nilai anggaran Rp 160 Milyar yang melibatkan 15 orang per lokasi bekerja selama kurang lebih 50 hari.