Rafael Nadal. (Istimewa)

Nadal Bertahan Dalam Cuaca Panas

MELBOURNE (IndependensI.com) – Bertarung dalam kondisi cuaca panas bertemperatur nyaris 40 derajat Celcius, unggulan teratas Rafael Nadal asal Spanyol, tetap konsisten bertanding dan tidak mengalami penurunan performa yang signifikan. Dia berhasil menundukkan unggulan 28 Damir Dzumur 6-1, 6-3, 6-1 untuk menembus babak 16 besar Australian Open 2018 di Melbourne Park, Melbourne, Australia, Jumat (19/1).

Nadal tidak memberikan kesempatan sedikit pun kepada Dzumur dan terus menekan sejak set pertama di lapangan Margaret Court Arena. Petenis berambut ikal ini bermain sangat luarbiasa, padahal dirinya tengah dihantui kambuhnya cedera engkel. Performa yang tangguh itu Nadal tunjukkan lebih baik sebelum engkelnya bermasalah. “Saya benar-benar fokus hari ini. Senang akhirnya bisa menang dalam pertandingan yang sangat panas hari ini,” ujar Nadal.

Seperti dikutip dari AFP, pada babak perempat final Nadal akan berhadapan dengan unggulan 24 asal Argentina, Diego Schwartzman pada hari Minggu (21/1).

Sementara itu unggulan tiga Grigor Dimitrov yang diprediksi bisa bertemu dengan Nadal di semifinal, bermain maksimal dalam kondisi cuaca panas selama empat set. Dia mengganjal harapan kemenangan bintang tenis asal Bulgaria Andrey Rublev 6-3, 4-6, 6-4, 6-4. Saat pertandingan, temperatur bergerak naik secara drastis hingga menyentuh angka 40 derajat Celcius. Sungguh sebuah pertandingan yang menyiksa kedua petenis.

“Pertandingan ini sangat penting untuk membuktikan diri atas semua kerja keras orang-orang yang membantu penampilan saya. Saya bertandingan dalam kondisi yang prima dan tidak terlalu bermasalah dengan panasnya hari ini,” ujar Dimitrov. Laga selanjutnya, Dimitrov melawan Nick Kyrgios yang sebelumnya menundukkan petenis veteran Prancis, Jo-Wilfried Tsonga.

Dari kelompok putri, unggulan kedua Caroline Woznacki tampil dengan ketahanan fisik terbaiknya untuk menundukkan unggulan 30 asal Belanda, Kiki Bertens 6-4, 6-3. Selanjutnya, Wozniacki ditunggu lawan dari unggulan 19 Magdalena Rybarikova asal Slovakia.

Unggulan empat Elina Svitolina tanpa menemui kesulitan menghentikan laju petenis muda usia Marta Kostyuk yang masih berusia 15 tahun. Kostyuk adalah petenis termuda yang berhasil menembus babak ketiga grand slam setelah Martina Hingis pada 1996. Hanya saja dia harus banyak bersabar menyusul kekalahan di tangan Svitolina yang asal Ukraina dengan skor 2-6, 2-6.

“Dia punya masa depan yang cukup bagus. Dia harus lebih banyak menghadapi petenis tangguh lainnya,” kata Svitolina. Babak selanjutnya, Svitolina bakal menghadapi petenis kualifikasi lainnya, yakni Denisa Allertova yang sebelumnya menang mudah atas Magda Linette 6-1, 6-4,

Menyoal panas terik di hari ini, pihak panitia pelaksana tidak menghentikan jalannya pertandingan. Direktur turnamen Craig Tiley mengatakan, pihaknya belum menganggap cuaca panas ini menjadi kendala para peserta. “Mereka adalah atlet profesional. Kami menggelar ajang tenis luar lapangan dan berusaha untuk tetap seperti itu. Kami juga peduli terhadap kesehatan dan kondisi fisik serta keberadaan peserta,” ujar Tiley.