Batu Bernapasa di Pulau Samosir, Sumatera Utara. (Carter Silverius)

Cuma di Samosir, Batu Bisa Bernapas

SAMOSIR (IndependensI.com) – Pulau Samosir merupakan pulau yang berada tepat di tengah-tengah Danau Toba. Keindahan alam  serta udara yang segar dapat kita nikmati di pulau itu.

Namun bukan hanya keindahan alam serta udara yang segar saja yang kita temui di sana. Ada peninggalan sejarah yang masih belum diketahui banyak orang. Salah satunya adalah Batu Bernapas.

Berikut adalah beberapa tempat yang menyimpan peninggalan kuno yang belum banyak diketahui wisatawan:

Batu Bernapas

Kalau makhluk hidup bernapas sudah menjadi hal yang biasa, namun berbeda dengan yang satu ini. Di sebuah desa di Pulau Samosir yaitu Desa Lumban Sihombing, Kecamatan Simanindo, ada kumpulan batu yang dapat bernapas.

Yang dimaksud adalah kumpulan yang tersusun sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah lubang. Dari lubang tersebut ada udara yang mengalir.

Menurut warga setempat, setiap pukul 16.00-17.00 batu tersebut mengeluarkan suara bagaikan orang bernapas. Dari fenomena itulah muncul sebutan Batu Bernapas.

Tidak ada yang mengetahui kapan persisnya batu ini terbentuk. Namun warga setempat menduga batu itu sudah ada sejak ratusan tahun lalu.

“Batu ini akan mengeluarkan suara napasnya antara pukul 16.00 dan 17.00 WIB. Kalau masalah umur, tidak ada yang tahu pasti. Tapi sepertinya sudah lebih ratusan tahun,” kata seorang warga bermarga Sihombing kepada IndependensI.com.

 

Batu dan Mata Air Siraja Tamba Tua

Peninggalan kuno lain adalah yang kedua ini merupakan peninggalan kuno yang sudah berumur ribuan tahun. Batu ini merupakan kuburan leluhur warga Samosir.

Selain Batu kubur ini, terdapat juga sebuah mual – mata air dalam Bahasa Batak – yang sangat jernih. Konon katanya Siraja Tamba Tua beserta keluarganya selalu mandi di mual tersebut.

Untuk menandakan bahwa mual tersebut milik Siaja Tamba Tua, dibangunlah prasasti di dekatnya. Prasasti tersebut memuat sejarah garis besar keturunan Raja Tamba Tua. (Carter Silverius)