Ketua KPU Kota Bekasi Ucu Asmara Sandi.(foto:jonder sihotang)

Pemutahiran Data Pilkada Berakhir 18 Februari 2018

BEKASI (IndependensI.com)- Guna memastikan jumlah pemilih pada Pilkada serentak di Kota Bekasi dan Provinsi Jawa Barat, saat ini dilakukan pemutahiran data di Kota Bekasi. Pemutahiran dijadualkan selesai tanggal 18 Feruari 2018.

“Saat ini petugas pemutahir  sedang bekerja. Mereka mendatangi langsung rumah-rumah warga untuk mencocokkan  data,” ujar Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi Ucu Asmara Sandi, Selasa (30/2/2018).

Satu petugas mendata untuk satu tempat pemungutan suara (TPS). Jumlah TPS se Kota Bekasi sebanyak 3.030. Jadi petugas pemutakhir sama dengan jumlah TPS, katanya.

Petugas akan mecocokkan data apakah data awal dari KPU masih cocok. Jika ada yang pindah, meninggal dan tidak terdafar lagi dalam satu keluarga, akan dicatat. Sehingga, data pemilih pada Pilkada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi dan Pemilihan Gubernur dan wakilnya di Jawa Barat, akan lebih akurat, Ucu menuturkan.

Petugas pemutahir diambil dari pengurus RT atau RW setempat. Rata-rata yang didata seorang petugas,  sekitar 600 orang. Sebab per TPS jumlah pemilihnya sekitar 600 orang.

Ucu juga berharap tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada serentak tanggal 27 Juni 2918, meningkat dari sebelumnya.

Pada pilkada 2012 lalu, di Kota Bekasi tingkat partisipasi pemilih 49 pesen, dan pilgub 48 persen. Sedang pada Pilpres tiga tahun lalu 67 persen.

Target partispasi dalam Pilkada seretak 2018 ini sesuai dengan target KPU RI sebesar 75 persen dari jumlah pemilih, katanya.

Ucu mengimbau, dalam pemutahiran data saat ini  agar partisipasi wara lebih aktif. Jumlah pemilih di Kota Bekasi diperkirakan 1,8 juta jiwa dari sekitar 2,6 juta peduduk. (jonder sihotang)