Ilustrasi. (Dok/Ist)

Indonesia Bermain di “Playoff” Piala Davis

JAKARTA (IndependensI.com) – Entah karena waktu persiapan yang minim atau karena mental bertanding yang menurun, tim Piala Davis Indonesia harus menelan kekalahan 1-4 atas tim tandang Filipina pada pertandingan pertama laga Piala Davis Grup II Zona Asia/Oceania di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta, Minggu (4/2).

Di laga babak playoff degradasi Piala Davis Grup II Zona Asia/Oseania pada April mendatang, Indonesia akan berjumpa Sri lanka yang sebelumnya dikalahkan Thailand dengan skor tipis 2-3 di Kolombo, Sri Lanka, Minggu (4/2). Melihat skor yang diraih Sri Lanka dan kondisi tim Indonesia sendiri, membuat Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) segera mempersiapkan sedini mungkin, menyusul waktu yang tersisa tinggal dua bulan.

“Dengan waktu yang sekitar dua bulan ini, harus dipersiapkan lebih baik lagi. Harus maksimal dan tidak boleh lengah. Semua pemain harus dilakukan evaluasi dan segera diberikan solusi terbaik,” ujar Wakil Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Wakabid Binpres) PP Pelti, Deddy Prasetyo kepada IndependensI.com. Deddy mengatakan, , para petenis nantinya akan diikutkan ke beberapa turnamen tingkat nasional yang dianggap cukup bagus untuk memberikan pengalaman dan sarana latih-tanding tentunya.

Lebih jauh Deddy mengatakan, pihaknya akan memakai pelatih dari Belanda, Frank van Fraayenhoven untuk menangani tim Indonesia mulai bulan Maret ini. “Diharapkan, pelatih ini bisa menjadi bagian untuk perbaikan performa, teknik sekaligus mental petenis,” ungkap Deddy. Dari catatan yang ada, kekalahan ini adalah kali kedua bagi Indonesia di tangan Filipina setelah pada 2017 lalu dengan skor 1-4 di Manila.

Sementara itu seperti dikutip dari Antara, Indonesia sebenarnya sempat membuka asa di hari pertama dengan menyeimbangkan kedudukan 1-1 lewat kemenangan David Agung Susanto atas Jeson Patrombon 6-2, 7-5, setelah di pertandingan pertama, Althaf Dhaifullah ditumbangkan Alberto Lim 3-6, 2-6. Sayangnya di hari kedua, Indonesia tak mampu mengumpulkan satupun poin setelah tiga pertandingan yang dimainkan di hari terakhir ini, Filipina tampil dominan.

Di nomor ganda, pasangan David Agung Susanto/Justin Barki menyerah 6-7(5), 3-6 dari Francis Casey Alcantara/Jurence Zosimo Mendoza. Kekalahan kedua, datang dari David yang kembali turun di nomor tunggal setelah istirahat 30 menit usai main di ganda, oleh Alberto Lim 3-6, 4-6. Pada pertandingan terakhir hari kedua yang sudah tak menentukan, Anthony Susanto menyerah dari pemain debutan Filipina di ajang Piala Davis, John Bryan Decasa Otico, 3-6, 3-6.

“Tim Piala Davis ini, saya rasa pemain sudah tampil semaksimal mungkin. Kita memang kalah pengalaman dengan Filipina, tapi kita sudah menggebrak dengan memberi kesempatan pada pemain muda dan tak mengandalkan pemain berpengalaman seperti Christopher Rungkat,” ujar Deddy.

Kendati demikian, Deddy mengisyaratkan di laga playoff degradasi Grup II Asia/Oseania melawan Sri Lanka nanti, ada kemungkinan besar Pelti kembali memanggil Christopher Rungkat untuk bergabung dengan tim. “Mudah-mudahan Christopher Rungkat bisa bergabung, tempo hari tersirat dari Christophernya sendiri, mau bergabung. Tapi kami tetap akan fokus pada tim yang ada, melatih lagi dan bisa meraih hasil maksimal saat laga,” ujar Deddy.

Diketahui, laga playoff degradasi ini merupakan pertemuan kedua Indonesia dan Sri Lanka. Di pertemuan terakhir yang digelar di Solo, Jawa Tengah, pada Juli 2016 lalu, Indonesia menang telak 5-0. Di pertemuan pada April nanti, Indonesia akan menghadapi Sri Lanka sebagai tamu, karena di pertemuan sebelumnya, Indonesia berlaku sebagai tuan rumah.