Suliyono dilumpuhkan petugas setelah gagal dibujuk menyerahkan diri. Petugas kepolisian menambak kaki Suliyono dan diborgol petugas supaya tidak menyerang lagi.

Suliyono, Pelaku Penyerang Gereja Santa Lidwina Masih Berstatus Mahasiswa

JAKARTA (Independensi.com) – Pelaku penyerangan Gereja Santa Lidwina, Jalan Jambon, Kabupaten Slemen, DI Yogyakarta bernama Suliyono dilumpuhkan oleh petugas dengan menembak bagian kakinya. Suliyono merupakan pemuda kelahiran 16 Maret 1995 dan masih berstatus pelajar/mahasiswa dengan alamat di Krajan RT 02 RW 01 Kandangan, Pesanggrahan, Banyuwangi Jawa Timur. Namun belum diketahui secara rinci tentang status pelajar atau mahasiswa Suliyono.

Suliyono mendatangi Gereja Santa Lidwina sekitar pukul 07.30 WIB saat misa sedang berlangsung. Suliyono datang dengan membawa parang panjang dan langsung menyerang jemaat yang sedang khusuk mengikuti kebaktian. Tiba-tiba Suliyono masuk dan berteriak sambil mengacungkan parang panjang serta menyerang jemaat, termasuk pastor, sehingga mengakibatkan korban luka, termasuk Pastor.

Sebagaimana informasi dari pihak kepolisan Minggu (11/2/2018) melaporkan bahwa pada hari Minggu, 11 Februari 2018 sekira pukul 07.30 Wib telah terjadi seseorang yang melakukan penganiayaan terhadap jemaat gereja St. Lidwina Dk. Jambon Trihanggo Gamping Sleman yang sedang melaksanakan ibadat.

Adapun kronologis kejadian yakni pelaku Suliyono masuk ke dalam gereja dari pintu gereja bagian barat dan  langsung menyerang korban. an. Martinus Parmadi Subiantoro dan mengenai punggung sehingga jemaat yang berada di belakang/ kanopi membubarkan diri.  Selanjutnya pelaku masuk ke gedung utama gereja sambil mengayun ayunkan senjata tajam sehingga para jemaat juga membubarkan diri.

Kemudian pelaku berlari ke arah tempat koor dan langsung menyerang romo Prier yg sedang memimpin misa dan pelaku masih menyerang para jemaat yg masih berada di dalam gereja dan mengenai korban an. Budi Purnomo dengan masih mengayun ayunkan senjata tajamnya ke patung Yesus dan patung bunda Maria yg berada di mimbar gereja.

Di tengah kepanikan jemaat, pelaku terus berteriak-berteriak seperti orang kesetanan. Beberapa jemaat berusaha untuk mencegah agar pelaku tidak melanjutkan aksinya dan mencegah bertambahnya korban. Sementara itu, ada beberapa jemaat yang menghubungi aparat kepolisian untuk mengamankan pelaku yang membawa senjata tajam tersebut.

Beberapa saat setelah petugas kepolisian datang, pelaku suliyono masih beraksi dengan senjata yang ada di tangannya. Merusak berbagai fasilitas gereja. Petugas kepolisain sudah berusaha untuk membujuk korban menyerahkan diri. Namun permintaan petugas tidak dihiraukan, sehingga petugas menembak kaki korban untuk melumpuhkan.

Kepala Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta Yogyakarta Brigjen Pol Ahmad Dofiri mengatakan pihaknya belum mengetahui motif pelaku penganiayaan empat orang korban di Gereja St. Lidwina, Jambon Trihanggo, Gamping, Kabupaten Sleman, Minggu pagi.

“Tentang motif, jangan berspekulasi dulu. Pelaku kondisinya masih kritis, jadi belum bisa ditanyai. Tunggu penyelidikan lebih lanjut,” katanya saat ditelepon, Minggu (11/2/2018).

Motif pelaku masih dalam pendalaman. Kami masih mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti yang ada, serta olah tempat kejadian perkara,” katanya.

Menurut dia, pihaknya juga masih melakukan pendalaman terkait jumlah pelaku. “Kami masih mengumpulkan banyak keterangan. Sementara ini pelaku satu orang. Mengenai ada orang yang menunggu di luar gereja masih kami dalami. Kami tidak bisa asal menuduh,” katanya.

Suliyono, penyerang Gereja Santa Lidwina dibawa ke rumah sakit dengan dikawal petugas kepolisian

Adapun korban dari kejadian tersebut:

a. Bp. Budijono, Laki- laki, 44 Thn, Swasta d/a Perum. Nogotirto Gamping Sleman mengalami luka sobek pada bagian kepala belakang da leher bagian belakang akibat senjata tajam.

b. Romo Prier d/a Asmi Bener Yogyakarta mengalami sobek pada kepala belakang akibat senjata tajam.

c. Aiptu Munir d/a Aspol Polsek Gamping mengalami luka pada tangan akibat senjata tajam.

d. Martinus Parmadi Subiantara d/a Nusupan Rt. 02 Rw. 28 Trihanggo Gamping Sleman mengalami luka pada punggung akibat senjata tajam.