Jalur Puncak Masih Ditutup Hingga Senin 19 Februari

JAKARTA (Independensi.com) – Ruas jalur Puncak, Bogor, Jawa Barat masih tertutup hingga pekan depan. Pekerjaan perbaikan jalan yang longsor dua pekan lalu masih dilakukan dan belum sepenuhnya normal. Bagi para wisatawan atau pun warga yang ingin melintasi Puncak Pass baik dari arah Bogor maupun dari arah Cianjur harus mencari alternatif lain.

Penutupan jalur Puncak pada ruas Simpang Gunung Mas, Cisarua hingga Ciloto, Cianjur yang dilakukan sejak Selasa (6/2/2018) pekan lalu masih dilakukan hingga Senin (19/2/2018). Demikian disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi di Jakarta Kamis (15/2/2018).

“Jalur Puncak pada ruas Simpang Gunung Mas hingga Ciloto masih perlu dilakukan penutupan, rencananya jika tidak ada kendala akan dibuka kembali Senin (19/2) pekan depan. Ini sudah sesuai kesepakatan antara Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Ditjen Bina Marga, dan Polri,”kata Dirjen Budi.

Lanjut Budi perbaikan ruas Simpang Gunung Mas, Cisarua hingga Ciloto sebenarnya telah selesai dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat / PUPR, akan tetapi libur panjang akhir pekan ini dikhawatirkan akan terjadi peningkatan volume kendaraan di daerah tersebut.

“Perpanjangan penutupan ruas ini untuk mengantisipasi peningkatan jumlah kendaraan yang cukup besar pada libur panjang akhir pekan ini,” ujar Dirjen Budi.

Seperti diketahui pada hari biasa, jalur Puncak dilintasi kendaraan roda dua dan empat mencapai 2.000-5.000 unit. Pada kondisi akhir pekan meningkat 15.000 hingga 20.000 kendaraan. Sedangkan pada libur panjang, jumlah kendaraan 20. 000-30.000 kendaraan.

Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada sejumlah pihak yang telah berupaya maksimal dalam melakukan perbaikan jalur Cisarua hingga Ciloto ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berupaya maksimal, Kementerian PUPR, pihak Kepolisian yang telah membantu pengaturan arus lalu lintas termasuk Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, dan juga kepada masyarakat yang telah mendukung percepatan perbaikan jalur ini,” ungkapnya.

Sebelumnya pada Senin (5/2) telah terjadi bencana longsor sekitar pukul 09.00 WIB pada ruas Simpang Gunung Mas, Cisarua hingga Ciloto dengan lokasi terparah di Riung Gunung, Cisarua yang mengakibatkan bahu jalan amblas dan material tanah dari tebing dan menutup sebagian bahu jalan.

Titik longsor juga terjadi di sekitar Masjid Atta’awun, Grand Hill, Vila Pengayoman Cibereum, area Pohon Pinus di mana seperempat jalan mengalami runtuh ke bawah, sehingga terjadi longsor 30 m ke bawah. Terakhir pada area Botol Kecap dengan longsor seperempat jalan namun masih bisa dilewati. (pr/kbn)