Menteri PUPR Basuki Resmikan Rusunawa Mahasiswa UGM di Bayat

Loading

KLATEN (IndependensI.com) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan dua Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) di Kabupaten Sleman dan Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta. Rusunawa pertama berada di Jalan Sendowo, Kabupaten Sleman (Rusunawa UGM Sendowo) telah selesai pada akhir tahun 2017. Sementara Rusunawa kedua yang telah rampung tahun 2016 berlokasi di Desa Bayat, Kabupaten Klaten (Rusunawa UGM Bayat) yang pada hari Sabtu (17/2/2018) diresmikan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Selain Rusunawa Mahasiswa, Kementerian PUPR juga membangun Rusunawa Pekerja, Pondok Pesantren, TNI/POLRI dan MBR sebagai bagian mewujudkan Program Satu Juta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo pada pada tanggal 29 April 2015 lalu di Ungaran, Semarang, Jawa Tengah

“Dengan ucapan Bismillahirrohmanirrohim secara resmi rusun ini kita manfaatkan bersama untuk kepentingan pendidikan. Kepada para mahasiswa dengan adanya fasilitas ini, harapan kami para senior dan alumni, dapat menghasilkan sarjana-sarjana Teknik Geologi yang lebih bermutu daripada kami sebelumnya,”kata Menteri Basuki dalam sambutannya yang dilanjutkan  penandatanganan prasasti dan pengguntingan rangkaian Bunga Melati.

Turut hadir dalam acara tersebut, Rektor UGM Panut Mulyono dan Dekan Fakultas Teknik UGM Nizam. Sementara mendampingi Menteri Basuki adalah Inspektur Jenderal Rildo Ananda Anwar, Dirjen Penyediaan Perumahan Khalawi AH, dan Direktur Rumah Susun Kuswardono.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Basuki juga bernostalgia semasa beliau menjadi mahasiswa Teknik Geologi UGM, dimana pada tahun 1970-an juga pernah melakukan penelitian bersama rekan mahasiswa lainnya di Desa Bayat, namun saat itu tinggal di rumah Kepala Kelurahan.

Rusunawa UGM Bayat sangat bermanfaat sebagai “rumah singgah” bagi mahasiswa Teknik Geologi yang akan melakukan studi lapangan geologi yang berlangsung sekitar 3 minggu hingga 1 bulan. “Setahu saya di Indonesia, laboratorium lapangan geologi hanya ada dua yakni di Karangsambung, Kabupaten Kebumen dan Bayat, Kabupaten Klaten,” kata Menteri Basuki.

Rusunawa UGM Bayat telah digunakan oleh mahasiswa UGM dan mahasiswa kampus lainnya, bahkan sejumlah mahasiswa luar negeri yang melakukan studi lapangan geologi juga dapat tinggal di Rusunawa ini. Rusunawa tiga lantai ini memiliki 54 unit untuk umum dan 2 unit untuk difabel dengan tipe 24 m2 dan telah dilengkapi tempat tidur bertingkat, meja belajar dan lemari pakaian.

Biaya pembangunannya sebesar Rp 31,56 miliar dan dikerjakan oleh kontraktor PT. Adhicipta Karya Hernanda dan konsultan Manajemen Konstruksi PT. Laras Respati Utama. Pembangunannya dilakukan sejak Maret 2016 dan selesai pada September 2016.

Rusunawa UGM Sendowo

Sebelum meresmikan Rusunawa UGM Bayat, Menteri Basuki meninjau Rusunawa UGM Sendowo. Rusunawa dengan satu tower setinggi tujuh lantai memiliki 180 unit mampu menampung 360 orang. Rusunawa telah dilengkapi fasilitas setiap kamar yakni dua tempat tidur, kamar mandi di dalam, pendingin udara, meja kursi belajar dan lemari. Rusunawa ini juga dilengkapi 2 unit lift.

Biaya pembangunannya sebesar Rp 47 miliar oleh PT Sarijati Adhitama dan di bawah pengawasan konsultan manajemen konstruksi PT Ciriajasa Cipta Mandiri. Untuk pengadaan meubelair dilakukan oleh penyedia jasa PT Bijak Manunggal Lestari sebesar Rp 2,5 miliar.

Menteri Basuki mengapresiasi pembangunan dua rusunawa UGM tersebut dan mengakui kualitasnya yang sangat baik sehingga dapat nyaman dihuni. “Saya kira ini skornya lebih dari 8. Kebahagiaan saya juga bertambah karena pelaksananya adalah kontraktor bukan BUMN dan ternyata hasilnya pun sangat baik,” ujarnya.

Pembangunan Rusunawa mahasiswa dan santri di berbagai daerah merupakan bentuk perhatian dan keseriusan Pemerintah dalam penyediaan hunian layak dan penataan kawasan lingkungan pendidikan. Diharapkan dengan dibangunnya rusun bisa menambah semangat dan kenyamanan para mahasiswa dalam proses belajar.(*)