Perbedaan Data Mencolok Deteksi Karhutla di Riau, Yang Benar Mana?

PEKANBARU (IndependensI.com) – Deteksi terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau, berbeda mencolok. Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edwar Sanger, kurun waktu Januari – Februari 2018, karhutla mencapai 549 hektare. Sementara Kabid Humas Polda Riau Kombes Guntur Aryo Tejo menjelaskan, mulai Januari – Februari 2018, luas areal hutan dan lahan yang terbakar di Provinsi Riau sekitar 233 hektar.

Kurang jelas diketahui mengapa terjadi perbedaan sangat mencolok terhadap deteksi kebakaran hutan dan lahan di berbagai daerah Provinsi Riau. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau mengatakan, data itu diperoleh dari petugas lapangan di berbagai kabupaten kota. Hal yang sama juga disampaikan Kabid Humas Polda Riau, bahwa mereka mendapatkan penjelasan dari jajaran Polres di berbagai daerah Provinsi Riau yang terus memantau kondisi daerahnya.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger, data itu dihimpun dari seluruh kabupaten dan kota di Riau. Kasus Karhutla naik sekitar 25 persen dibanding pada bulan yang sama tahun 2017. Jika dibanding dengan karhutla pada bulan yang sama tahun 2017 lalu, terjadi peningkatan. Jika pada bulan Januari – Februari 2017 hanya ada 26 hotspot, di bulan yang sama tahun 2018 malah naik menjadi 59 hotspot, artinya ada kenaikan.

Lebih lanjut Edwar menjelaskan, Pemerintah Provinsi Riau terhitung 19 Februari hingga 31 Mei 2018 telah menetapkan status siaga darurat Karhutla. Pemprov Riau telah mengajukan bantuan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam penggunaan helikopter, untuk water bombing, pemantauan udara serta permohonan pinjaman pesawat untuk TMC.

Sementara Kabid Humas Polda Riau kepada sejumlah wartawan mengatakan, sejak Januari – Februari 2018, karhutla di Riau sekitar 233 hektar. Polda Riau beserta jajaran Polres telah menangani 13 perkara kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melibatkan milik orang-per orang. Semua sudah di police line, kata Kombes Pol Guntur Aryo Tejo, Kabid Humas Polda Riau kepada sejumlah wartawan Jumat (23/2/2018) pagi di ruang kerjanya

Lahan terbakar itu kata Guntur, terdapat di Kabupaten Pelalawan, Siak, Rohul, Dumai, Bengkalis dan Kabupaten Kepulawan Meranti. Kawasan lahan terbakar paling luas terdapat di Kabupaten Kepulawan Meranti sekitar 135 hektar. Dari 13 kasus yang sudah di police line itu, tiga diantaranya sudah masuk tahap penyidikan, sedangkan lainnya masih proses penyelidikan.

Area yang sudah di police line kata Guntur lagi, untuk sementara tidak boleh dipergunakan, karena masih ada proses penyelidikan. Sedangkan lahan seluas sekitar 50 hektar yang terbakar di areal PT Nasional Sago permai (NSP) di Kabupaten Kepulawan Meranti, hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan kepolisian. “Untuk sementara belum ada tersangka”, ujarnya.

Lebih lanjut Kabid Humas menjelaskan, untuk melihat secara langsung kondisi terkini kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah, Kapolda Riau Irjen Nandang, kemarin, (Kamis 22/2) sudah melakukan peninjauan dari udara menggunakan helikopter ke sejumlah daerah. Antara lain kabupaten Rokan Hilir, Dumai, Siak, Kepulauan Meranti dan Bengkalis. (Maurit Simanungkalit)