Muspida Kota Bekasi bersama masyakat gelar deklarasi anti hoax. (humas)

Deklarasi Anti Hoax Muspida Bersama Masyarakat Kota  Bekasi

BEKASI (IndependensI.com)-  Guna mengantisipasi berita-berota bohong (hoax) menyebar di masyarakat, dan menjalin keharmonisan  Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bekasi Rayendra Sukarmadji, Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto, Dandim
0507 Kota Bekasi  Letkol Wawan Kusnendar, melakukan deklrasi.

Deklarasi dilakukan bersama masyarakat, Minggu (11/3/2018) saat kegiatan hari bebas kendaraan (CFD) di Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi. Kegiatan itu merupakan bagian  HUT ke-21 Kota Bekasi pada 10 Maret 2018 kemarin.

Saat itu Pemkot Bekasi melalui Diskominfostandi menggelar jalan santai dan funbike bagi warga masyarakat.

Di acara tersebut deklarasi anti hoax digelar sebagai bentuk kepedulian bersama menangkal penyebaran berita bohong, hoaks, fitnah dan hasut di media sosial. Maka deklarasi ini juga dimasudkan guna meminimalisir banyaknya berita hoax dimasyarakat.

“Jangan lagsung share berita perlu dilihat kebenarannya. Karena isu ujaran kebencian, diantara kita bisa konflik. Kita rayakan HUT Kota Bekasi dengan kegiatan positif dimasyarakat dan deklarasikan anti hoax,” kata Rayendra.

Kadiskominfostandi Kota Bekasi Titi Masrifahati mengatakan pihaknya menggelar deklarasi anti hoax dan mengajak warga berperan aktif memanfaatkan teknologi informasi lebih ke arah positif dan bukan sebaliknya.

“Menegaskan komitmen dan kepedulian warga Kota Bekasi menjaga kotanya. Pemanfaatan IT lewat gadget tergantung si pengguna. Bisa positif dan negatif. Untuk itu pemerintah turun guna mengajak semua pihak kampanyekan anti hoax,” katanya.

Salah satu peserta deklarasi antihoax, Nanda dari Komunitas Bojong Menteng Gowes (Bomenggo) mengapresiasi kegiatan ini dan perlu diperbanyak even semacam ini untuk mengedukasi masyarakat.

Dirinya pun mengakui aktif berselancar di media sosial dan berlangganan berita online dari beberapa media. Dan saat melihat berita berisi ujaran kebencian dirinya langsung menghapus di beranda media sosialnya.

“Jangan termakan berita hoax yang berisi berita bohong dan ujaran kebencian seperti ini. Kita ingin kota Bekasi selalu aman dan damai,” kata Nanda.

Pada acara ini juga diperkenalkan aplikasi verifikasi informasi untuk smartphone Android yaitu, Hoax Buster Tools yang bisa di download secara gratis dari Playstore dan bisa digunakan untuk mencari tahu berita itu benar atau bohong, ataupun mencari berita yang bebas dari hoax.

Sebelumnya Kapolres Indarto sudah mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan berita berita bohong. Jika ada masyarakat yang terlibat dalam penyiatan hoax, pihaknya juga akan bertindak tegas seaui aturan yang berlaku. (adv/humas/jon)