Kondisi lalu lintas di Simpang Susun Cikunir Bekasi. (ist)

Pengelola Tol JORR Siapkan Antisipasi Kemacetan

BEKASI (IndependensI.com)- Potensi rawan macet dan kepadatan kendaraan di ruas Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (Jakarta Outer Ring Road/JORR), pada musim mudik Lebaran 2018, diperkirakan akan terjadi di beberapa titik. Ini menjadi perhatian tersendiri bagi  pengelola jalan tol tersebut.

Guna mengatasinya, pengelola membentuk tim khusus. Tujuanya guna  memperkuat layanan bagi pengguna jalan tol.Demikian disampaikan Direktur Utama PT Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JLJ), Ricky Distawardhana, dalam penjelasannya, kemarin.

“Tim khusus itu untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan pada area rawan kemacetan,” katanya.

Adapun titik potensi rawan macet tersebut, antara lain simpang susun Cikunir,  Gerbang Tol (GT) Rorotan, Bintara, Kampung Rambutan, GT Pasar Rebo, Lenteng Agung/Fatmawati, GT Veteran, dan Ulujami.

PT JLJ yang mengelola Jalan Tol JORR sepanjang 60 kilometer tersebut, terkait arus mudik Lebaran kali ini ujar Ricky, pihaknya telah bekerjasama dengan Ditlantas  Polda Metro Jaya,  Ditlantas Polda Jawa Barat, Dinas Perhubungan Pemda terkait.

“Kita telah mempersiapkan unit patroli, mobil derek, ambulans, reescue, BM Polda Metro, mobil tangki air dan perlengkapan lainnya,” katanya.

Guna kelancaran pengguna jalan tol, Ricky  mengimbau para pengendara untuk mengecek terlebih dahulu kesiapan kendaraan, dan memastikan kondisi pengemudi dalam keadaan prima.

“Faktor kondisi kendaraan yang kurang memadai, kondisi rem, ban gundul dan pengemudi yang kelelahan atau mengantuk menjadi penyebab terjadinya kecelakaan,” tutur Ricky.

Ia juga mengimbau pengguna jalan tol sebelum memasuki gerbang tol, agar memperhatikan petunjuk atau rambu petunjuk situasi kepadatan lalin

Diberitakan sebelumnya,  puncak arus mudik pada libur Lebaran 2018, melintas di Jalan Tol JORR, diperkirakan hari Jumat dan Sabtu tanggal 8 dan 9 Juni 2018. Diprediksi jumlah kendaraan yang melintas di jalan tol yang terhuhung dengan Tol Jakarta-Cikampek, tol Jagorawi, tol BSD, tol Jakarta-Tangerang ini lebih  500.000 unit kendaraan per hari. (jonder sihotang)