Kualitas udara di Pekanbaru semakin buruk akibat kabut asap. (Dok. Maurit Simanungkalit)

Kualitas Udara Pekanbaru Tidak Sehat

PEKANBARU (Independensi.com) – Kualitas udara di Pekanbaru semakin buruk akibat kabut asap. Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kota Pekanbaru hari ini dinyatakan tidak sehat. Selain itu, sejumlah daerah lainnya di Riau seperti Minas, Duri, Rokan Hilir, Pelalawan, Kampar juga dikatakan masuk dalam kategori tidak sehat.
Tebalnya kabut asap ini juga membuat cahaya matahari hingga pukul 9 pagi Senin (9/9) di Pekanbaru belum terlihat. Udara pengab serta bau asap dari kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) sangat terasa.
Kabut asap dari Karhutla dan buruknya kualitas udara di Pekanbaru serta sejumlah daerah lainnya di Riau, juga berdampak pada jarak pandang (visibility).
Berdasarkan data ISPU, hari ini Senin (9/9), Pekanbaru dan berapa daerah lainnya masuk kategori tidak sehat, kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana
Daerah (BPBD) Riau Edwar Sanger saat dihubungi Independensi melalui telepon selulernya, Senin (9/9) pagi.
Berdasarkan data yang diterima BPBD Riau pada hari Senin pagi ini kata Edward Sanger, jarak pandang di Pekanbaru hanya 3 kilometer, paling parah di Pelalawan hanya 1,5 kilometer, Rengat 6 kilometer dan Dumai 5 kilometer.
“Dari data yang kita terima memang disebutkan, jarak pandang terbatas disebabkan asap karena kebakaran lahan dan hutan yang terjadi, termasuk di daerah provinsi tetangga,” ungkap Edward Sanger.
Parahnya kabut asap akibat Karhutla tersebut juga tidak terlepas banyaknya sebaran hotspot yang terdeteksi dengan level confidence di atas 50 persen sebanyak 321 titik di Pulau Sumatera.
Dimana sebanyak 97 titik panas ada di Provinsi Riau. Dari ratusan sebaran hotspot itu kata Edward Sanger, di daerah Provinsi Lampung terdapat 42 titik, Provinsi Sumatera Selatan 80 titik, Provinsi Jambi 46 titik, Provinsi Bengkulu 4 titik, Provinsi Bangka Belitung 32 titik, Provinsi Sumatera Barat 3 titik, Provinsi Sumatera Utara 7 titik, Provinsi Kepulauan Riau 9 titik dan Provinsi Aceh 1 titik.
Untuk Provinsi Riau sendiri terdapat di Rohil 1 titik, Bengkalis 3 titik, Kepulauan Meranti 5 titik, Pelalawan 30 titik, Inhu 28 titik, Inhil 26 titik dan di Kabupaten Kuantan Singingi terdapat 4 titik.
Namun dari 97 hotspot di Riau, jika dilihat level confidence di atas 70 persen atau diyakini titik api (fire spot) hanya ada di 58 titik.
Antara lain terdapat di Kabupaten Rohil 1 titik, Kabupaten Bengkalis 2 titik, Kabupaten Meranti 3 titik, Kabupaten Pelalawan 22 titik, Kabupaten Inhu 16 titik, Kabupaten Inhil 13 titik dan Kabupaten Kuansing 1 titik.
Lebih lanjut Edward Sanger menjelaskan, pada hari Sabtu (7/9) lalu, Provinsi Riau juga mendapat kunjungan dari unsur pengarah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat, yaitu Fuad Darwis dan Bambang. Kehadian mereka untuk melakukan pemantauan udara dari kondisi karhutla Riau.
Pada kesempatan pemantauan itu turut mendampingi Danlanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru Marsma Ronny Irianto Moningka, kata Edward Sanger lagi.
(Maurit Simanungkalit)