Ilustrasi. (Humas Kementerian Pertanian)

Sehari Jelang Lebaran, Pasokan dan Harga Pangan di Bekasi Stabil

Loading

JAKARTA (Independensi.com) – Berdasarkan pemantauan Tim dari Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, sehari menjelang Idul Fitri 1439 H, stok dan harga pangan diberbagai wilayah aman dan stabil.

Salah satunya seperti yang dilaporkan Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan BKP Riwantoro, dari Pasar Cibitung dan Pasar Tambun Bekasi, Kamis (14/6/2018).

“Kami terus menurunkan Tim unuk memantau pasokan, distribusi dan harga pangan,” kata Riwantoro.

“Upaya ini kami lakukan untuk memastikan bahwa distribusi pangan berjalan lancar sehingga pasokan cukup dan harga tetap stabil,” tambahnya.

Dari hasil pantauan, Riwantoro mengatakan, pasokan bahan pangan cukup, sehingga harga stabil

Nur Alamsyah Kepala UPTD Pasar Cibitung mengatakan, pasokan dan harga pangan selama bulan puasa sampai H-1 ini stabil. Bahkan kami perkirakan setelah Idul Fitri nanti harga bahan pangan cenderung turun, karena pasokan berlebih.

Sarya Wijaya Korlap Pasar Tambun Bekasi bahkan mengatakan, harga bahan pangan selama bulan puasa tahun 2018 ini jauh lebih stabil dibanding tahun 2017, karena pasokan bahan pangan sudah disiapkan jauh-jauh hari, sehingga tidak sempat terjadi kekosongan.

“Kelancaran distribusi bahan pangan juga sangat mendukung,” ujarnya.

Menurut Riwantoro, keberhasilan menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pangan tidak terlepas dari tekad pemerintah untuk mengulangi keberhasilan tahun 2017.

“Keberhasilan itu harus dipertahankan dan dicapai kembali pada tahun 2018 ini. Untuk itu jauh-jauh hari semua stakeholder sudah berjibaku sesuai tugas dan kewenangannya serta koordinasi yang lebih intensif dalam memperlancar distribusi serta menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan,” kata Riwantoro.

Menurut Riwantoro, Kementerian Pertanian telah melakukan berbagai upaya untuk memperlancar distribusi, menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan antara lain dengan (1) membangun network pelaku distribusi antara wilayah sentra dengan DKI Jakarta sebagai barometer nasional; (2) melakukan Gelar Pangan Murah di sekitar 500 titik dengan melibatkan stakeholder terkait; (3) mengoptimalkan peran Toko Tani Indonesia (TTI) dan Toko Tani Indonesia Center (TTIC) di 20 provinsi.

Berikutnya (4) melakukan monitoring pasokan dan harga pangan baik di pusat maupun daerah; serta (5) memanfaatkan dukungan informasi dan data base pasokan dan harga pangan dari stakeholder terkait.

Khusus untuk daging sapi/kerbau, daging ayam dan telur, Kementan bekerjasama dengan para pelaku usaha yang berkomitmen menyediakan pasokan sesuai harga acuan pemerintah. Selain itu juga melakukan operasi pasar hampir di seluruh wilayah yang sangat berperan dalam upaya stabilisasi pasokan dan harga bahan pangan baik di ritel modern maupun pasar tradisional.

Mencermati hasil pemantauan di berbagai wilayah di Indonesia sampai hari ini, Pemerintah berkeyakinan bahwa distribusi, pasokan dan harga bahan pangan selama perayaan HBKN puasa dan Idul Fitri 2018 ini insha Allah aman dan terkendali, sebagaimana tahun 2017.

“Keberhasilan ini tentu tidak terlepas dari sinergi dan kerja sama dari semua sektor, baik pemerintah maupun swasa yang memiliki satu pemahaman bahwa distribusi, pasokan dan harga bahan pangan harus aman agar masyarakat bisa lebih tenang dan khusuk dalam menjalankan ibadah Puasa dan Idul Fitri 2018,” jelas Riwantoro.