Ahmad Zahid Hamidi

UMNO Pilih Pemimpin Baru

JAKARTA (IndependensI.com) – Organisasi Nasional Malaysia Bersatu (UMNO) memimpin tokoh lama sebagai pemimpin barunya, Sabtu (30/6/2018). Ahmad Zahid Hamidi terpilih sebagai ketua selepas kekalahan pada pemilihan umum Mei 2018.

UMNO tersingkir dari pemerintahan setelah berkuasa lebih dari 60 tahun. Faktor utama penyebab kekalahan adalah dugaan keterlibatan Najib Razak, yang sebelumnya menjadi perdana menteri, dalam skandal korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Rakyat Malaysia juga tidak suka dengan penerapan pajak konsumsi.

Ahmad Zahid, yang pernah menjadi deputi Najib, adalah tokoh populer yang tumbuh dari bawah. Dia diharapkan bisa mengembalikan kepercayaan rakyat terhadap UMNO.

“Rakyat amat berharap UMNO dapat terus berjuang demi kepentingan agama, bangsa, dan negara,” kata Ahmad Zahid dalam pernyataannya setelah dinyatakan terpilih sebagai ketua baru, seperti dikutip kantor berita Reuters, Minggu (1/7/2018).

Ahmad Zahid, yang menjadi pelaksana tugas ketua partai setelah Najib mundur bulan lalu, naik sebagai pemimpin di tengah kuatnya sorotan publik dan pemerintah.

Pada Jumat (29/6/2018), Komisi Antikorupsi Malaysia (MACC) membekukan sejumlah rekening bank yang terkait dengan UMNO sebagai bagian penyelidikan skandal 1MDB.

Menteri Keuangan Lim Guan Eng mengatakan bahwa UMNO bukan satu-satunya partai politik yang menikmati uang 1MDB.

Sejumlah anggota parlemen UMNO mengundurkan diri dari partai selepas pemilu. Partai itu juga ditinggalkan oleh mitra koalisinya.

Pemerintah AS mengatakan dana sebesar lebih dari US$4,5 miliar diselesengkan dari 1MDB. Hampir US$700 juta di antaranya dialihkan ke rekening pribadi Najib.

Najib, yang dilarang meninggalkan Malaysia dan diinterogasi MACC, membantah semua tudingan. Dia mengatakan bahwa uang sebesar US$700 juta adalah sumbangan dari keluarga kerajaan Arab Saudi.