Kemenhub Siapkan Digitalisasi Ticketing di Pelabuhan

JAKARTA (IndependensI.com) – Dalam rangka menjamin keselamatan, keamanan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas dan angkutan di alur penyeberangan, khususnya kapal-kapal tradisional pengangkut penumpang, Kementerian Perhubungan c.q Direktorat Jenderal Perhubungan Laut siapkan digitalisasi ticketing di pelabuhan-pelabuhan, dengan mengacu pada sistem keamanan dan keselamatan di bandar udara (bandara).

Demikian dikatakan Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H Purnomo saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis Keselamatan Pelayaran di Pelabuhan Kali Adem yang dilaksanakan di Hotel Aston Sunter Jakarta Utara hari ini (5/9).

Acara Bimtek Keselamatan Pelayaran di Pelabuhan Kali Adem yang dihadiri para pejabat Ditjen Perhubungan Laut, Ditjen Perhubungan Darat, para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Perhubungan Laut di  wilayah DKI Jakarta, dan stakeholders  bidang pelayaran di DKI Jakarta merupakan upaya yang dilakukan secara terus menerus oleh Kementerian Perhubungan untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan bagi penumpang.

“Sebagai pilot project Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut di bidang keselamatan dan keamanan pelayaran, kami menyiapkan digitalisasi ticketing, termasuk Awak Kapal bersertifikat, sterilisasi pelabuhan dan Law Enforcement di pelabuhan Kali Adem, Tanjung Pinang, Bau-bau, Sumenep, Tarakan dan Ambon,” kata Dirjen Agus.

Pada kesempatan itu, Agus juga kembali mengingatkan kepada seluruh jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, para pemilik kapal serta seluruh stakeholder terkait pelayaran untuk dapat bekerja sama, mengutamakan keselamatan dan keamanan dalam kegiatan Pelayaran, selalu siaga dan berpedoman pada kelaiklautan kapal, kelengkapan alat keselamatan pelayaran yang berfungsi dengan baik serta jumlah penumpang tidak melebihi kapasitas atau muatan yang diijinkan.

Dirjen Agus berharap kedepan akan tercipta kerjasama yang baik sehingga dapat meningkatkan keselamatan, keamanan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas dan angkutan laut serta alur penyeberangan.

“Peran serta para peserta Bimbingan Teknis Keselamatan Pelayaran Kali Adem ini akan sangat berarti dalam membuat peraturan, ketentuan atau kebijakan yang sesuai dengan kondisi dan lingkungan pelabuhan serta pengembangan Keselamatan Pelayaran pada waktu yang akan datang,” tutup Dirjen Agus.