Daftar rumah sakit penerima Kartu Sehat berbasis NIK. (ist)

Program Kartu Sehat Berbasis NIK Berlanjut

BEKASI (IndependensI.com)- Program Kartu Sehat berbasis Nomor Induk Kependudukan (KS-NIK), di Kota Bekasi, akan dilanjutkan. Semua warga Kota Bekasi berhak mendapat fasilitas tersebut dan berobat gratis di semua rumah sakit, dan biayanya ditanggung Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) pemerihtah daerah setempat.

Penjelasan itu disampaikan Wali Kota Bekasi terpilih, Rahmat Effendi,  Selasa (18/9/2018).
Program Kartu KS berbasis NIK tetap berjalan, sesuai dengan rencana awal yakni memberikan kesehatan gratis kepada masyarakat Kota Bekasi. Program ini tak terganggu dengan keadaan keuangan daerah yang berpotensi mengalami defisit di tahun ini.

“Kartu Sehat sudah banyak memberikan manfaat bagi orang sakit, masa harus dihentikan?” ujar Rahmat Effendi.

Disebutkan, ia bersama dengan Wakil Wali Kota Bekasi terpilih, Tri Adhianto Tjahyono, akan mengupayakan program KS Berbasik NIK ‎ini berjalan hingga lima tahun ke depan, periode kedua terpilihnya Rahmat Effendi sebagai kepala daerah.

Sebagaimana dijadualkan KPU,  wali kota dan wakil wali kota terpilih pada pilkada serentak 2018, akan dilantik oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kepala 20 September 2018 ‎nanti.

Terkait dengan anggaran KS NIK, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengalokasikan anggaran sebesar Rp 170 miliar melalui Dinas Kesehatan, dalam APBD 2018.‎ Bahkan, dalam APBD Perubahan 2018 berencana menambah  Rp 124 miliar.  Adapun total APBD 2018 Kota Bekasi sebesar Rp 5,8 triliun.

Sejak program KS berbasis NIK dilaksanakan tahun 2017 lalu, Pemkot Bekasi telah mencetak 600.000 kartu. Kartu itu sudah banyak digunakan masyarakat, dan berlaku di semua rumah sakit swasta dan pemerintah di Kota Bekasi, bahkan beberapa rumah sakit di Jakarta.(jonder sihotang)