Kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang

YLKI Sebut Lion Air Hampir Tak Pernah Respon Keluhan Konsumen

JAKARTA (IndependensI.com) – Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan, berdasarkan catatan lembaga yang dipimpinnya maskapai penerbangan Lion Air hampir tidak pernah merespon laporan keluhan konsumen. Padahal, kata dia, laporan keluhan konsumen penerbangan Lion Air paling tinggi.

“Saat di follow up Lion Air enggak pernah merespon. Iya dan hanya Lion Air yang begitu yang lainnya respon,” katanya beberapa waktu lalu.

Tulus mengungkapkan, memang sejak tujuh tahun belakangan ini keluhan konsumen terhadap penerbangan cukup tinggi. Terutama keluhan tentang keterlambatan pesawat dan pengembalian tiket pesawat.

“Pengaduan trasportasi udara tujuh tahun terakhir paling tinggi dan paling tinggi Lion Air. Terutama delay,” ungkapnya.

Dia sedikit bercerita, ada konsumen yang melaporkan pengalamannya naik pesawat Lion yang tidak memiliki sabuk pengaman atau seat belt di kursi penumpangnya. Kata Tulus, itu bukti bahwa keamanan pesawat Lion tidak baik.

“Kursi enggak ada seat belt, sekitar tiga tahun lalu, tetap terbang artinya budaya safety Lion Air dari situ juga sangat tidak baik,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Pengamat Penerbangan Chappy Hakim menilai, penerbangan di Indonesia saat ini hanya fokus pada slot penumpang saja bukan pada infrastruktur dan sistem penerbangan. Ia menjelaskan, dengan tidak diperhatikannya Sumber Daya Manusia (SDM) dan infrastruktur maka peluang kecelakaan menjadi lebih terbuka.

“Bisa dibayangkan dalam satu hari itu ribuan penerbangan. Sementara kita baru membangun triliunan di Kertajati yang cuma satu atau dua pesawat dalam menangani penerbangan ini kita hanya terpaku pada slot,” ungkapnya.

“Bukan pengabaian, kita fokus penerbangan jadi kekurangan SDM dan infrastruktur itu satu celah membuka potensi tejadi kecelakaan pesawat terbang,” imbuhnya.