Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan dan Menhub Budi Karya Sumadi meninjau kesiapan operasional Pelabuhan KualaTanjung

Belum Resmi Beroperasi Pelabuhan Kuala Tanjung Sudah Ekspor 600 Kontainer

KUALA TANJUNG (independensi.com) – Pelabuhan Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT), Sumatera Utara siap beroperasi sebagai pelabuhan hub internasional dan menjadi sentra logistik nasional khususnya Propinsi Sumatera Utara.

Kesiapan pelabuhan Kuala Tanjung disaksikan langaung oleh Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam kunjungan kerja di Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara (2/3).

Rencananya pengoperasian Pelabuhan Kuala Tanjung Multipurpose Terminal ini akan diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo dalam waktu dekat ini.

“Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan akan mengawal dan memastikan proses pengoperasian pelabuhan Kuala Tanjung bisa berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan,” kata Dirjen Perhubungan Laut, R Agus.Purnomo.

Dengan dioperasikannya pelabuhan Kuala Tanjung ini diharapkan menjadikan Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai sentra logistik baru dan kegiatan operasional pelabuhan di Propinsi Sumatera Utara bisa berjalan efisien dan kompetitif.

Lebih jauh Agus mengatakan bahwa Pelabuhan Kuala Tanjung juga direncanakan sebagai pengembangan kawasan industri dengan tujuan untuk menurunkan biaya logistik nasional.

“Dengan demikian Pelabuhan Kuala Tanjung nantinya akan memiliki dua fungsi, yaitu sebagai pelabuhan industri Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bagi Kawasan Barat Indonesia dan menjadi pusat bongkar muat kapal (transhipment),” ujar Dirjen Agus.

Menurut iAgus, saat ini Pelabuhan Kuala Tanjung telah memiliki fasilitas pelabuhan yang canggih antara lain tiga Container Crane yang memiliki kapasitas 45 ton dan mampu menangani container berukuran 20 feet, 40 feet hingga 45 feet.

Selain itu, beberapa waktu lalu juga telah dilakukan ujicoba pengoperasian dengan disandarkannya beberapa kapal berukuran besar baik untuk kegiatan domestik maupun ekspor dan telah berhasil dengan baik.

Untuk kegiatan domestik, kapal yang telah diujicobakan adalah KM. Sinar Belawan yang memilik bobot kapal sekitar GT 12.000 dengan panjang 145,5 meter milik perusahaan PT. Samudera Indonesia dan telah berhasil mengangkut kargo domestik sebanyak 50 box milik PT Unilever Indonesia.

Sedangkan untuk kegiatan ekspor, kapal yang diujicobakan adalah kapal Wan Hai 505 dan Wan Hai 507 yang masing-masing memiliki panjang 268 M dan kapasitas 4.500 TEUs dengan mengangkut barang ekspor milik PT. Unilever Indonesia dan PT. Domas Agrointi Perdana (P & G) tujuan ke China, India, Singapura dan Malaysia.

Jadi pada tahap awal beroperasi, Pelabuhan KTMT sudah bisa melayani ekspor hingga 600 kontainer setiap minggunya.

Beberapa perusahaan yang sudah siap mendukung kegiatan ekspor ini antara lain adalah PT. Unilever, PT. Wilmar, dan PT. Domas Agrointi Perdana (P&G) yang akan memanfaatkan jasa kepelabuhanan Kuala Tanjung Milti Purpose ini untuk melakukan ekspor dengan tujuan ke China, India, dan negara-negara di Asia.

Saat ini, fasiltas pelabuhan yang telah dimiliki pelabuhan Kuala Tanjung antara lain Terminal Multipurpose dengan berkapasitas 600 ribu TEUs, dan siap beroperasi melayani arus keluar masuk barang ke seluruh Indonesia dan luar negeri.

Pelabuhan KTMT ini akan dikelola oleh PT Prima Multi Terminal, yang merupakan perusahaan patungan antara Pelindo I, PT Pembangunan Perumahan, dan PT Waskita Karya.

“Selain itu, sebagai pendukung bagi kelancaran dan kecepatan kegiatan bongkar muat Pelabuhan KTMT, juga telah dilengkapi dermaga ukuran 500×60 m, trestle sepanjang 2,8 km dan lebar 18,5 m serta dilengkapi rak pipa 4 line x 8 inch, 3 unit Ship to Shore (STS) Crane, 8 unit Automated Rubber Tyred Gantry (ARTG) Crane, 21 unit truck terminal, dan 2 unit MHC serta Terminal Operating System (TOS) Peti Kemas maupun curah cair” ujar Dirjen Agus.

Sebagai informasi, perjanjian konsesi untuk pengembangan Terminal Multipurpose Kuala Tanjung  telah ditandatangani antara Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan dengan PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) pada tanggal 23 Januari 2015 tentang pengembangan  Terminal Curah Cair Pelabuhan Kuala Tanjung dan telah di Addendum Konsesi menjadi Terminal Multipurpose  yang telah ditandatangani pada tanggal 16 November 2016.