Usai menyerahkan hadiah, Rex Djohan foto bersama Yudika, sebagai juara BNO dengan skor 70. (Foto: Dokumentasi)

Kecil Tapi Indah

JAKARTA (IndependensI.com) – Sejak 2015 lalu tiga anak muda yang menjadi motor penggerak Olorogolf aktif menyelenggarakan turnamen setengah hari yang bertajuk Gobar — kependekan dari Golf Bareng.

Ketiga anak muda tersebut adalah Rex Djohan, Jeffry Thomas dan Ryan Fortunato, yang pernah menjuarai Jabar Amateur Open di era PB PGI berada di bawah pimpinan Arifin Panigoro.
Data yang diperoleh independensi.com dari Rex Djohan mengungkapkan bahwa gobar yang mereka selenggarakan jumlah pesertanya dari tahun ke tahun cenderung terus meningkat. Hal tersebut dapat dibuktikan saat mereka menggekar Gobar Olorogolf ke-4 yang berlangsung di Soewarna Golf Club – Cengkareng pada Kamis lalu (21/03/2019).
Ryan Fortunato, Jeffry Thomas dan Rex Djohan diabadikan bersama Willy Aprianto (no.3 dari kiri) dan Deddy Setiabudi (no.2 dari kanan).
Betul bahwa Rex dan kawan-kawannya belum berani menggelar turnamen yang diikuti oleh 124 peserta mengingat apa yang mereka selenggarakan pada empat tahun sampai sekarang murni biaya mereka sendiri.
Awalnya mereka hanya menyediakan slot pemain sebanyak 8 — 10 flight. Akan tetapi dalam perjalanannya sebelum gobar digelar, jumlah peserta yang mendaftar meningkat menjadi 14 flight. “Bahkan ada beberapa pemain yang masuk dalam daftar tunggu atau waiting list,” kata Rex Djohan, Ketua Panitia Gobar Olorogolf, dalam keterangannya kepada independensi.com melalui WhatsApp.
Sebelum bertanding para peserta dan panitia diabadikan bersama.
Meskipun event tsb digelar atas biaya sendiri dan belum mendapat dukungan sponsorship, namun sejak gobar tersebut digelar empat tahun lalu Olorogolf selalu mengadakan games double or nothing dan on the green di hole 4 par #3 dan di hole 17 par #3.
Bagi peserta yang berhasil menembus games double or nothing, Olorogolf menyediakan hadiah uang tunai yang nilai nominalnya tidak melebihi ketentuan yang berlaku terutama di event golf khusus untuk pemain amatir.
Sedangkan peserta yang berhasil menembus games on the green (sekali pukul bolanya jatuh di green par #3) mendapatkan hadiah accessories golf.
Sepak terjang tiga anak muda ini dalam kiprahnya menggelar turnamen memang tidak perlu diragukan lagi. Terbukti, dengan beaya sendiri, secara konsisten mereka telah menggelar gobar sejak 2015 sampai sekarang.
Dan, sebagai bagian dari komuniras industri golf di tanah — seperti yang disampaikan Rex kepada independensi.com — senantiasa membuka diri dalam menerima masukan dari pribadi lepas pribadi orang per-orang yang memahami benar industri golf di Indonesia. “Masukan tersebut membuat kami tetap semangat untuk melakukan pengembangan di masa yang akan datang,” kata Rex Djohan.
Menjawab pertanyaan, mengapa setiap Olorogolf menggelar gobar selalu di Soewarna Golf Course, Cengkareng, Rex mengatakan bahwa golf course tersebut telah banyak membantu sekaligus mendukung sejak awal ketika untuk pertama kalinya gobar diperkenalkan kepada komunitas golf di tanah air.
“Apalagi golf course Cengkareng baru saja melakukan renovasi di beberapa hole khususnya di hole 4 sampai hole 7, sehingga beberapa peserta yang mungkin belum pernah mencoba, mereka akan suka setelah mereka berpatisipasi dalam gobar kali ini,” kata Rex sambil menambahkan bahwa lama persiapan yang mereka lakukan sebelum gobar digelar, memakan waktu sekitar satu bulan.
Ditegaskan, apa yang dia kerjakan bersama Jeffry Thomas dan Ryan Fortunato serta dua orang lainnya dalam kepanitiaan adalah bagian dari proses belajar untuk menuju ke sesuatu yang lebih besar.
Diharapkan gobar tersebut bisa menjadi sebuah event yang merujuk kepada peraturan dan ketentuan yang berlaku di dunia internasional. Yakni, memainkan sebanyak 36 hole sehingga skor yang dibukukan oleh pemain yang menjuarai event tersebut tercatat dalam World Amateur Golf Ranking (WAGR).
Namun, terlepas dari ekspektasi tersebut, yang jelas Gobar Olorogolf yang tahun ini memasuki tahun ke-4 patut diapresiasi, karena sekecil apa pun kontribusi yang diberikan oleh Rex Djohan dan kawan-kawannya tetap memiliki arti yang sangat penting bagi para peserta terutama bagi para beginner, untuk menambah jam terbang mereka sebagai golfer.
Small is Beautyful. Kecil tapi indah dan bermakna. (Toto Prawoto)