Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljo, Gubernur Sumsel Herman Daru dan Walikota Lubuk Linggau SN Prana Putra Sohe melakukan pengguntingan pita tanda diresmikannya pengoperasian terminal Bandara Silampari

Menhub Resmikan Pengoperasian Terminal dan Garbarata Bandara Silampari

LUBUK LINGGAU (Independensi.com) – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meresmikan penggunaan garbarata di Bandara Silampari Kabupaten Lubuk Linggau, Sumsel.

Pada saat yang bersamaan Menhub bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru meninjau fasilitas terminal Bandara Silampari yang peresmiannya dilakukan bersamaan dengan terminal Bandara Radin Inten II Lampung, 8 Maret lalu oleh Presiden RI Joko Widodo

Menteri Perhubungan mengatakan, Kehadiran terminal baru Bandara Silampari merupakan salah satu peningkatan pelayanan kepada masyarakat, untuk memberikan kelancaran konektivitas bagi Sumatera Selatan, khususnya bagi Lubuklinggau dan sembilan kabupaten sekitarnya.

Kehadiran Bandar Udara Silampari telah memberikan kemudahan konektivitas transportasi masyarakat di enam kabupaten, yaitu Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Empat Lawang, Lahat, Pagar Alam, Serolangun dan masyarakat perbatasan di Provinsi Bengkulu.

Bandar Udara Silampari merupakan bandar udara yang terletak di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Status bandar udara ini naik dari Satuan Pelayanan menjadi Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas III sejak Tahun 2018.

Kini Bandar Udara Silampari memiliki terminal baru dengan desain yang lebih megah dan modern, tampil dengan hiasan motif tradisional di setiap sudut terminal. Hal itu menambah keindahan dan kenyamanan bagi penumpang.

Terminal baru dengan area 5.400m2 berdiri di atas lahan seluas 80 hektar. Terminal ini mampu menampung hingga 300.000 penumpang per tahun atau 386 penumpang per jam sibuk.

Untuk fasilitas sisi udara, bandar udara memiliki landas pacu (runway) dengan panjang 2.220m x 45m, landas hubung (taxiway) 155m x 23m dan area parkir pesawat (apron) berukuran 130 m x 100 m yang mampu mengakomodir pergerakan dua pesawat sejenis Boeing.

Saat ini, tiga maskapai sudah beroperasi di Bandar Udara Silampari yaitu Batik Air menggunakan jenis pesawat Airbus A-320 dan NAM Air dengan jenis pesawat Boeing 737-500, dengan rute penerbangan Jakarta-Lubuklinggau (PP) 1x sehari. Sementara Wings Air ATR 72-600 dengan rute penerbangan Palembang-Lubuklinggau (PP) 1 x sehari.

Gubernur Sulsel Herman Deru mint kepada Menhub agar maskapai yang melayani bandara Silampari ditambah satu lagi. Atas permintaan tersebut Menhub berjanji akan membiarakannya dengan direksi Citilink Indonesia.(hpr).