FIK UI Tingkatkan Kualitas Pendidikan Keperawatan

DEPOK (IndependensI.com) – Bertempat di Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI), Tim Pengabdian Masyarakat Preseptor FIK UI berkerja sama dengan Divisi Kerjasama dan Ventura melaksanakan Pelatihan Preseptorsip.

Pelatihan ini yang digelar pada Maret 2019 lalu adalah bagian dari rangkaian Program Penerapan Model Preseptorsip dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan Keperawatan. Model yang dipakai pernah diimplementasikan dalam pelatihan di RSUP Fatmawati pada September 2018.

Program ini merupakan bentuk kepedulian universitas dalam mendukung terbentuknya lingkungan pembelajaran klinis bagi para calon perawat, yang diharapkan akan membentuk iklim positif, tidak hanya dari segi pendidikan, melainkan juga pelayanan keperawatan di rumah sakit.

Berbeda dengan pelatihan sebelumnya yang hanya diikuti oleh perawat pembimbing klinik RSUP Fatmawati, pelatihan di FIK UI bulan Maret lalu berhasil menjangkau beberapa kampus dan perwakilan rumah sakit di luar Jabodetabek, misalnya dari Universitas Andalas, Universitas Satya Wacana, dan RS Adam Malik.

Penenerapan model preseptorsip diyakini akan menumbuhkan iklim pembelajaran klinik yang baik bagi perawat, mahasiswa keperawatan, dan pasien sebagai penerima layanan. Dalam mewujudkan pembelajaran klinik yang ideal menggunakan metode preseptorsip, diperlukan adanya perawat klinik yang berperan sebagai preseptor.

Perawat yang berperan sebagai preseptor ialah perawat sudah dipersiapkan melalui proses pelatihan atau pembelajaran tertentu dalam menjalankan peran supervisi, pengajaran, pengkajian, dan mampu memberikan feedback selama proses pembelajaran klinik berlangsung. Selain itu, preseptor juga bertanggung jawab terhadap keamanan lingkungan klinik sebagai sarana belajar peserta didik.

Pengalaman pembelajaran peserta didik dengan perseptor yang positif sangat berpengaruh terhadap keputusan peserta didik dalam melanjutkan karirnya sebagai perawat. Hal inilah yang mendasari tim pengabdian masyarakat FIK UI untuk menyelenggarakan pelatihan preseptosip bersama pihak RSF yang memang berperan sebagai salah satu rumah sakit pendidikan.

Dalam kegiatan ini, setidaknya terlahir 30 perawat preseptor yang berasal dari beragam unit pelayanan di RSF. Dalam pelatihan ini, peserta tidak hanya dijejali dengan materi, tetapi juga dengan beragam simulasi dan games sebagai metodenya.

Sebelumnya, tim pengmas FIK UI dan pihak RSF berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan keperawatan melalui serangkaian pelatihan yang bertujuan mencetak para perawat klinis yang kompeten. Pelatihan preseptorsip ini pun bukan hanya pelatihan spontanitas, tetapi bersumber dari need assessment melalui Focus Group Discussion (FGD) perawat setempat dan mahasiswa – sebagai peserta pembelajaran klinis – yang dilakukan dua bulan sebelumnya.

“Pelatihan ini memang sangat mendukung bagaimana kita menyiapkan tenaga perawat profesional. Yang kita tahu perawat bisa dikatakan profesional ketika bisa memahami teori dan diaplikasikan ke ruangan. Tentunya tugas kami sebagai perawat preseptor di RS Fatmawati itu harus bisa menjembatani bagaimana pencapaian itu bisa terpenuhi. Alhamdulillah, pelatihan ini sudah lama dinantikan karena sudah lama sekali bagi saya mengikuti pelatihan serupa,” kata Welas Asih, perwakilan PPNI komisariat RSF yang juga turut menjadi peserta.

Dalam mewujudkan misi besar dari pelatihan ini, FIK UI juga akan secara berkala menyelenggarakan pelatihan serupa agar dapat menjangkau lebih banyak lagi perawat dan pendidik yang berkompeten dalam melakukan pembimbingan klinik melalui metode preseptorsip.